Pasang

Inilah Sosok Bupati Pamekasan Menurut Nyai Mafrudah

  • Bagikan
ASPIRATIF: Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat menyambut kedatangan PC Muslimat NU (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur, Nyai Mafrudah ternyata memiliki cerita menarik tentang masa kecil Bupati Baddrut Tamam, Rabu (29/9/2021).

Wanita yang kini menjabat sebagai Ketua PC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan itu bercerita, sejak kecil Ra Baddrut memang sudah kelihatan cerdas dibandingkan dengan anak seusianya.

Pasang

Hal itu ditandai dengan ajang perlombaan yang nyaris disapu bersih selama masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI). Bahkan, Ra Baddrut juga mampu bersaing dengan kakak kelasnya yang sudah duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA) di Pondok Pesantren Assyahidul Kabir Sumber Batu, Blumbungan, Larangan, Pamekasan.

“Sebenarnya bupati ini sejak dulu memang sudah hebat, sejak kecil memang sudah hebat,” kata Nyai Mafrudah.

“Dulu, ketika saya MA kelas III, kami pernah ikut lomba bersama beliau (bupati, red), lomba Salawat Maqtubah. Juara 1 itu saya, dan juara 2 bupati. Tetapi yang membuat saya tergugah, saya sudah mau keluar (lulus, red) beliau masih kecil,” terangnya.

Baca Juga: Bupati Pamekasan Terima Kunjungan Habib Jindan

Selain itu, kemampuan berbisnis bupati yang akrab disapa Mas Tamam juga sudah terasah sejak kecil. Pada saat duduk di bangku di MI, bupati juga pernah memenangi perlombaan di bidang tataniaga pada perayaan Haflatul Imtihan.

“Saya juga ingat beliau juga pernah ikut lomba tataniaga saat imtihan, beliau juara 1. Itu tim, tim beliau ada yang jual bakso, dan beliaunya jual kacang. Beliau luar biasa, di tengah khalayak yang mengunjungi imtihan itu beliau bilang kacang, kacang , kacang,” cerita Nyai Mafrudah.

Oleh karena itu, pihaknya yakin Bupati Pamekasan, akan selalu mampu melaksanakan program yang telah dicanangkan. Mulai bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur, dan reformasi birokrasi.

Prestasi Mas Tamam tidak hanya teruji dalam event-event perlombaan, melainkan secara akademik juga tercacat merupakan siswa yang cerdas, disiplin dan tanggungjawab.

“Maka ketika ada program 10.000 pengusaha baru, saya langsung yakin terwujud. Karena memang hebat sejak kecil,” tandasnya. (ADV)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *