Pasang

Intip Keunikan Baju Adat Madura: Pesa’an?

  • Bagikan
Intip Keunikan Baju Adat Madura
Seorang laki-laki dan perempuan sedang berjalan berdua mengenakan baju adat Madura (Foto: orami.co.id)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Siapa yang tidak kenal dengan Pesa’an? Ya, Pesa’an merupakan baju adat orang Madura yang sangat familiar dan sering dijadikan ikon Provinsi Jawa Timur dalam setiap pegelaran event penting.

Ciri khas dari baju adat Madura ini sangat terlihat jelas. Sehingga bagi siapapun ketika melihat pakaian itu, benak mereka pasti akan teringat ke Pulau Garam.

Pasang

Pesa’an merupakan pakaian adat untuk laki-laki Madura yang nyaman ketika dipakai karena memiliki ukuran yang serba longgar berwarna hitam. Ciri khas lain dari Pesa’an yaitu dipadukan dengan kaos lengan pendek garis merah putih sebagai daleman.

Sementara untuk pakaian bawahan yaitu berupa celana gombrang atau biasa disebut dengan gomboran. Disebut gombrang karena ukurannya juga longgar. Panjang celana ini di antara lutut dan mata kaki ataupun hingga mata kaki.

Usut punya usut, ternyata baju adat Madura ini tidak hanya sekadar pakaian biasa seperti pada umumnya sebagai penutup tubuh seseorang.

Dengan segala bentuk keunikan yang ada pada pakaian itu juga ternyata mengandung banyak makna dan filosofi tentang orang Madura yang mungkin belum Anda ketahui.

Baca Juga: Asal Usul Tari Muang Sangkal Khas Sumenep Madura

Mulai dari model, ukuran yang serba longgar hingga warnanya yang serba hitam ternyata mengandung sejuta makna yang menggambarkan tentang kehidupan masyarakat Madura yang terkenal tegas.

Dilansir dari berbagai sumber, bentuk ukuran yang longgar pada pakaian adat tersebut menggambarkan bahwa masyarakat Madura sengat menghargai kebebasan.

Yang dimaksud kebebasan dalam hal ini adalah masyarakat Madura memiliki karakter yang tegas dan pekerja keras serta tidak mudah menyerah dalam kondisi apapun.

Bagi masyarakat Madura, tidak ada batasan membatasi diri selama masih berada dalam koridor norma dan adat yang berlaku. Akhlak dan sopan santun bagi masyarakat Madura berada di atas segalanya.

Baca Juga: Macam-macam Seni Tari di Pulau Madura, Muang Sangkal Paling Terkenal

Kaos berwarna belang merah putih menggambarkan mental pejuang, tegas, dan pemberani yang dimiliki masyarakat Madura. Bagi masyarakat Madura, perjuangan tidak akan pernah selesai dan tidak mengenal istilah ‘tidak bisa’.

Istilah ‘tidak bisa’ bagi masyarakat Madura sukar diucapkan sebelum melakukan. Kegagalan dalam sebuah perjalanan hidup seseorang pasti ada. Bagi masyarakat Madura kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Ia akan terus melangkah mengalahkan waktu untuk mecapai cita-cita mulia dalam sebuah perjuangan.

Tegas dan kasar merupakan dua hal yang berbeda. Masyarakat Madura memiliki jiwa yang tegas bukan kasar. Jika mendengar masyarakat Madura orang-orangnya kasar, tentu tidak benar.

Masyarakat Madura akan tegas kepada siapapun bila menyangkut persoalan harga diri dan martabat diri atau keluarganya. Masyarakat Madura pantang menyulut api lebih dulu.

Sementara pakaian adat untuk perempuan Madura disebut kebaya rancongan dan baju aghungan. Pakaian adat perempuan Madura ini hampir sama dengan kebaya pada umumnya dan pas bentuk tubuh.

Baju adat ini umumnya menggunakan warna terang dan mencolok seperti hijau, biru atau pun merah yang pas bentuk tubuh. Warna terang dan mencolok itulah yang menjadi ciri khas. Selain itu, baju tersebut memiliki model lengan panjang dan dilengkapi stagen atau odhet yang diikatkan pada perut.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *