Intip Wisata Buah Melon Impor di Taraban Pamekasan

Intip Wisata Buah Melon Impor di Taraban Pamekasan
Suasana Wisata Buah Melon Impor di Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan, Kamis tanggal 1 Oktober 2020(Siti Rohmatul Wafiroh - Sinergi Pamekasan). 

PAMEKASAN, SINERGI MADURA - Ada banyak cara menciptakan lahan pertanian menjadi sumber penghasilan sekaligus sebagai wahana rekreasi yang menyenangkan, plus mengenyangkan.

Seperti yang dilakukan oleh petani di Desa Taraban Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Fauzi, berhasil menyulap persawahan seluas 1 hektare menjadi objek wisata petik buah melon.

Fauzi, selaku pemilik wisata ini, mengungkapkan, inisiatifnya itu murni karena dirinya memang punya minat yang tinggi terhadap buah melon. 

Padamulanya, sambung dia, dirinya bergabung di komunitas pertanian melon. Lalu seiring waktu, minat yang ia tekuni itu kemudian dinilai sangat mengunyungkan.

"Awalnya, bergabung di komunitas pertanian melon ini. Lalu coba-coba, alhamdulillah untung," ungkapnya saat diwawancara di lokasi, Kamis (1/9/2020). 

"Apalagi melon sekarang kan sedang ramai di pasaran," imbuhnya.

Baca Juga: Hutan Pohon Pelangi, Tempat Estetik yang Menyejukkan

Fauzi menjelaskan, ada sekitar 3500 batang bibit melon yang ia tanam di lahan tersebut. Kebanyakan jenis bibit yang ditanam adalah bibit melon impor. Di antaranya, Kiranti Melon dengan kulit bercorak kuning, Honey Melon berbentuk bulat, dan Golden Melon. 

Fauzi, saat menunjukkan kualitas hasil panen melon impor yang dipetik langsung dari tangkainya (Siti Rihmatul Wafiroh - Sinergi Pamekasan)

Fauzi mengatakan, mulai penanaman hingga musim panen membutuhkan modal sekitar Rp 7 juta untuk membeli bibit, pupuk dan peralatannya. 

Harga jual melon impor, tuturnya lebih lanjut, sangat bervariasi. Mulai dari kisaran Rp 12.000 - Rp 20.000 per buah. 

Selain didatangi langsung oleh pembeli, Fauzi juga mengirimkan hasil taninya ke berbagai pasar di Pamekasan juga hingga ke luar Madura, "salah satunya didistribusikan ke Jakarta, biasanya sekali kirim 40 ton," timpalnya.

Omset yang didapat dalam setiap kali panen, lanjut dia, biasanya berkisar antara Rp 20-30 juta. 

Pantauan di lokasi, banyak pengunjung yang datang untuk berswafoto sekaligus membeli dengan memetik sendiri jenis buah melon yang mereka inginkan. 

Rahmia, salah satu pengunjung mengaku bahwa dirinya sudah dua kali datang ke wisata petik melon ini. "Lebih murah, apalagi dapet milih sendiri. Juga bisa nyoba gratis dulu, dicoba manis atau nggak," katanya. (rf/md/fd). 

(*)