Pasang

Jejak Peninggalan Purbakala di Kabupaten Sampang Madura

  • Bagikan
Jejak Peninggalan Purbakala di Kabupaten Sampang Madura
Salah satu peninggalan kepurbakalaan di Kabupaten Sampang, Madura (Foto: Istimewa)

SAMPANG, SINERGI MADURA – Bukti-bukti peninggalan purbakala yang ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia menjadi bukti sejarah peradaban manusia yang harus dilestarikan.

Banyak penemuan bangunan dan benda-benda yang diduga berasal dari zaman terdahulu masih menjadi polemik dan misteri di kalangan masyarakat, sehingga membuat penasaran.

Pasang

Seperti halnya di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur yang memiliki beberapa situs sejarah peninggalan purbakala pada masa silam, mulai dari zaman pra sejarah sampai periode Islam.

Pembabakan waktu pada masa silam di Sampang, tentang peninggalan kepurbakalaan dimulai sejak munculnya manusia di Tanah Madura (Bangkalan-Sampang) pada tahun 929 M. Ada beberapa pendapat mengatakan di Nipah pada tahun 936 M.

Berikut beberapa peninggalan purbakala di Kabupaten Sampang, Madura yang masih menjadi misteri hingga saat ini:

1. Peninggalan kepurbakalaan pada zaman pra sejarah
Ditandai dengan munculnya manusia di Nipah atau zaman Nirlekha. Pada zaman ini, manusia belum mengenal tulisan yang ada hanya bekas Keraton Nipah. Di dalam area itu terdapat sumur tua yang oleh masyarakat setempat ditutup dan ditimbun tanah.

Baca Juga: Potensi Migas belum Sanggup Atasi Kemiskinan di Sumenep

2. Peninggalan kepurbakalaan pada zaman klasik (Hindu-Budha)
Pada masa ini manusia sudah mulai mengenal tulisan, seperti kebedaraan situs sumur Dhaksan yang didalamnya terdapat sangkala memet, di kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang.

Selain itu, pada mas ini juga terdapat situs Buyut Nandi, didalamnya terdapat Lingga dan Candra Sangkala yang memuat tulisan, situs ini berada di Desa Kamuning, Kecamatan Sampang.

3. Peninggalan Kepurbakalaan periode agama Islam

Sejak agama Islam masuk, mulai ditemukan Masjid Madegan yang merupakan masjid kuno dan beberapa situs makam penguasa masa lalu, diantaranya, makam Tep-Mantoh.

Oleh masyarakat, sumur tua yang berada di sebelah selatan masjid terdapat ditutup dan rata dengan tanah. Masjid Madegan ini terletak di sebelah selatan Sampang, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang.

Selain masjid kuno, pada masa ini juga sudah ditemukan situs makam Panji Laras yang dikelilingi 7 sumur. Situs ini terletak di Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang. Ada juga makam Pangeran Mangku Bumi, di sana terdapat keruntuhan pintu gerbang. Situs ini berada di kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang.

Selanjutnya, Langgar yang terbuat dari kayu berkaki empat peninggalan Raden Qobul atau termashur dikenal Buyut Aji Gunung, tempat ini berada di perkampungan sebelah utara jembatan Kota Sampang.

Sementara Masjid Agung Kabupaten Daerah Tingkat II yang berusia 320 tahun kini sudah dilakukan renovasi sehingga keaslian bangunan tidak nampak lagi.

Selain beberapa peninggalan di atas, di zaman Islam juga terdapat peninggalan kepurbakalaan yang bergerak seperti alat rumah tangga, bejana atau bokor yang berada di Desa Banjar, Kecamatan Tambelangan, Tombak dan Peti Ukiran yang berada di Kampung Tongngoh, Desa Pangungsean, Kecamatan Torjun dan Tombak peninggalan Buyut Napo berada di Desa Napo, Kecamatan Omben.

Pada mas ini juga ditemykan beberapa makam keramat seperti, makam Pangeran Ronggo, seorang penguasa di Desa Nipa, Kecamatan Banyuates, makam Buyut Nyamplong, terletak di Desa Bunten, Kecamatan Ketapang, makam Buyut Anggaris, terletak di Desa Lepelle, Kecamatan Robatal, makam Buyut Napo, terletak di Desa Napo, Kecamatan Omben, makam Buyut Masreh, berada di Kecamatan Karang Penang, makam Buyut Abdul Alam, terletak di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, dan makam Buyut Tep. Sjahid, berada di Kecamatan Sampang.

(*)

Sumber: Pemkab Sampang

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *