Jual Indukan, Solusi Turunnya Harga Lovebird di Pamekasan

Jual Indukan, Solusi Turunnya Harga Lovebird di Pamekasan
Peternak lovebird, Farid, saat menengok kondisi burung piaraannya, Senin tanggal 7 September 2020 (Foto: St. Rahamatul Wafiroh - Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA - Para peternak dan pedagang burung lovebird di Pamekasan, Madura, Jawa Timur resah akibat harga burung mereka mengalami penurunan drastis di pasaran. Mereka menduga, melemahnya harga burung lovebird karena faktor penyebaran Coronavirus Desease 2019 (Covid-19).

Jausi, salah seorang pedagang lovebird di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan mengatakan, sebelum masa pandemi, harga burung spesies genus agapornis ini berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 20.000.000 per ekor.

Namun sekarang, kata dia, mengalami penurunan tiga kali lipat dari harga asalnya. “Kalau sekarang, paling mahal Rp 500 ribu,” ungkapnya kepada media ini, Minggu (6/09/2020).

Hal senada juga diungkapkan oleh Farid, warga Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan. Ia mengaku sudah menjadi peternak burung ini dari tahun 2014 dan bertahan hingga saat ini.

Baca Juga: Marak Tambak Ilegal di Sumenep, Mahasiswa Gelar Aksi

Farid mengutarakan, hasil penjualan burung piarannya tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Pada saat Covid-19, tuturnya, harga Lovebird turun menjadi Rp 7.000 per ekor.

“Untuk masa pandemi itu yang paling parah pada saat bulan puasa, sampai tidak ada pedagang yang beli. Jadi, stok burung di kandang menumpuk,” katanya.

Sedangkan di sisi lain, sambung Farid, harga pakan waktu itu cukup melambung tinggi. Harga pakan per sak mencapai sekitar Rp 285 ribu hingga Rp 300 ribu. 

“Pakan itu kalau masih masa pandemi berkisar 285 ribu sampai ada yang hampir 300 ribu per saknya,” ucapnya.

Belum lagi ditambah angka penjualan saat diterapkannya aturan physical distancing. Sejak diberlakukannya aturan pembatasan operasi transportasi yang dicanangkan oleh pemerintah, banyak peternak Lovebird yang tidak dapat mendistribusikan hasil ternaknya.

Untuk menutup kerugian, Farid mengambil solusi dengan menjual indukan atau lovebird dewasa yang merupakan sumber penghasilan dari ternak ini kepada para pedagang.

Hal ini dikarenakan pedagang sudah tidak minat dengan anakan Lovebird pada masa berlangsungnya pandemi.

“Anakan nggak laku. Kalau indukan itu harga per ekornya sekarang Rp 25.000. Jadi terpaksa dijual indukannya untuk menutupi kerugian,” pungkasnya. (roh/md/fd)


(*)