Jurnalis Bangkalan Demo Polres, Kutuk Dugaan Aksi Kekerasan Wartawan di Surabaya

Jurnalis Bangkalan Demo Polres, Kutuk Dugaan Aksi Kekerasan Wartawan di Surabaya
SOLID: Jurnalis Bangkalan Bersatu memegang poster di depan Mapolres Bangkalan (Moh. Sainuddin - Sinergi Bangkalan) 

BANGKALAN, SINERGI MADURA - Jurnalis Bangkalan menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Bangkalan, Jawa Timur. Para kuli tinta ini, mengecam dugaan kekerasan terhadap koresponden Majalah Tempo, Nurhadi, saat melakukan tugas jurnalistik di Surabaya.

Massa aksi yang terdiri dari kalangan wartawan Kota Salak menuntut oknum aparat yang diduga melakukan kekerasan kepada wartawan segera diadili secara etik dan hukum yang berlaku. 

Koordinator aksi, Jimhur Saros mengatakan, kekerasan kepada jurnalis seharusnya tidak terjadi. Sebab, insan pers dilindungi oleh UU 40 tahun 1999. Oleh karenanya segala bentuk yang menghambat kerja jurnalis, bahkan sampai dengan adanya kekerasan dan penganiayaan dapat membahayakan kebebasan bersuara secara demokratis. 

"Intinya adalah rasa solidaritas yang tinggi terhadap kaum jurnalis, khususnya di Indonesia. Pada saat ini kita terzalimi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," lantang dia, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga: Aksi Mahasiswa di Sumenep Berujung Bentrok dengan Satpol PP

Jimhur menekan aparat kepolisian Polres Bangkalan untuk pro aktif dalam mengawal kasus kekerasan tersebut. "Laksanakan aturan hukum, jangan tebang pilih, siapapun pelakunya harus ditegakkan. Kalau hal ini tidak diterapkan, kami segera mendatangi Kapolda Jawa Timur dan mendesak agar mundur dari jabatannya," tegasnya. 

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto menyatakan, tuntutan massa aksi akan disampaikan ke Polda Jatim. Selain itu, ia juga berharap kekerasan kepada jurnalis tidak sampai terjadi di kabupaten berjuluk Kota Dzikir dan Sholawat. 

"Ini karena ada kejadian di Surabaya. Laporan sudah diterima Polda Jawa Timur. Bapak Kapolda sudah membuat tim khusus untuk menangani ini," ungkap dia. (ms/an/fd)


(*)