Pasang

Kabar Baik, Buruh Pabrik Rokok dan Buruh Tani di Sumenep Bakal Dapat BLT DBHCHT

  • Bagikan
Kabar Baik, Buruh Pabrik Rokok dan Buruh Tani di Sumenep Bakal Dapat BLT DBHCHT
Kasubag Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan, Andi Suprapto (Dokumen Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur akan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada para buruh pabrik rokok dan buruh tani sebesar Rp1,2 juta.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep, Mohammad Sahlan melalui Kasubag Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan, Andi Suprapto.

Pasang

“Jadi tahap pendataan sudah selesai, saat ini masih tahap verifikasi data oleh Dispendukcapil, Dinas Sosial dan Dinas Pertanian. Ini agar tidak ada tumpang tindih dengan data penyaluran bantuan dari pemerintah yang lain,” kata Andi, Rabu (15/9/2021).

Setelah proses akhir verifikasi data dan pembuatan juknis pencairan sudah rampung secara keseluruhan, pihaknya akan segera merealisasikan penyaluran.

INSPIRATIF: Kabag ESDA Pemkab Sumenep, M. Sahlan, saat bertutur sapa dengan peserta dalam program monitoring penggunaan  DBHCHT (Febri – Sinergi Madura)

Andi menyebutkan bahwa calon penerima BLT DBHCHT tahun ini ada sekitar 8.235 orang. “Jadi, data yang masuk di kami sudah mencapai 8,200 lebih calon penerima,” ungkapnya.

Total anggaran BLT dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ini berjumlah Rp10 miliar. Dengan rincian, Rp6 miliar untuk penyalutan tahap awal dan Rp4 miliar untuk tahap selanjutnya, yakni setelah penetapan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2021.

Lanjut, Andi menyampaikan bahwa penyaluran BLT DBHCHT ini akan dilaksanakan secara bertahap. “Jadi tergantung nanti, bisa dua kali atau bahkan tiga kali,” katanya.

Sekadar informasi, pada tahun 2021 ini Pemkab Sumenep mendapatkan DBHCHT sebesar Rp 45,7 miliar. Anggaran tersebut akan diserahkan kepada 6 organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Dispertahortbun, Disperindag, Dinkes dan 3 OPD lainnya.

Sementara anggaran yang ditangani langsung oleh Bagian ESDA Setkab Sumenep sebagai sekretariat bersama kegiatan DBHCHT hanya ada dua jenis kegiatan. Yakni, monitoring dan evaluasi kegiatan DBHCHT oleh 6 OPD terkait, dan yang kedua adalah penyaluran BLT DBHCHT.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *