Kakak Beradik di Sumenep Ini Baku Hantam Gegara Tanah

Kakak Beradik di Sumenep Ini Baku Hantam Gegara Tanah
Ilutrasi baku hantam sesama saudara kandung (Istimewa)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Kakak beradik di Desa Desa Tarebung, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep Jawa Timur dikabarkan baku hantam lantaran persoalan batas tanah.

Dua saudara yang berprofesi sebagai petani itu adalah H Nawawi alias Sahlawi (60) dan Artawan (50).

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S membenarkan aksi duel yang melibatkan dua sedarah tersebut. 

Pihaknya mengaku sudah menerima laporan nomor : LP-B/7/X/RES.1.6/2020/Reskrim/Sumenep/SPKT Polsek Sapudi, tentang tindak pidana Penganiayaan, sebagaimana dimaksud di pasal 351 ayat (1) KUHP.

"Pelapor adalah Syamsul Hadi (57), Kepala Dusun Tarebung, Desa Tarebung, Kecamatan Gayam," ungkapnya, Kamis (29/10/2020). 

Berdasarkan laporan, kata mantan Kapolsek Sumenep Kota itu, peristiwa terjadi pada Rabu, (28/10) sekitar pukul 07.00 WIB di tanah milik Sahlawi desa setempat.

Baca Juga: Tim Rorena Polda Jatim Cek Lokasi Pendirian Satpolair Pamekasan

Berawal dari cekcok mulut antara Artawan (adik) dan Sahlawi (kakak), lantaran sebelumnya Artawan membajak tanahnya melampaui batas hingga ke tanah milik Sahlawi yang lokasinya berbatasan. 

Saat itu, kata Widi, warga yang sebelumnya sempat mendengar cekcok mulut tersebut sempat meredam. Namun, setelah suasana sepi, keduanya kembali cekcok dan berujung perkelahian. Akibatnya, keduanya menderita luka-luka.

"Sahlawi menderita luka robek bagian kepala dan sikut kirinya, sedangkan Artawan juga mengalami luka robek di tangan kiri dan betis kiri akibat bacokan parang yang dipegang oleh Sahlawi (sang kakak, red)," terang Widi.

Dari duel keduanya, Korp Bhayangkara berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. 

"Antara lain, sebilah parang dengan gagang terbuat dari kayu panjang 50 cm, sebuah bambu panjang 125 cm, dan sepasang sadal plastik warna hitam kombinasi putih," tandasnya. (em/bd/fd)


(*)