Pasang

Kakanwil Bea Cukai Jatim I Emban Amanat Baru, Lanjutkan Pembentukan KIHT Bersama Bupati Pamekasan

  • Bagikan
KOMPAK: Bea Cukai Madura (BCM) bersama OPD Kabupaten Pamekasan, saat foto bersama (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Demi membangun perjuangan untuk mencapai Indonesia tumbuh, Bea Cukai terus melakukan terobosan baru. Tindakan nyata itu, dibuktikan saat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Padmoyo Tri Wikanto melakukan kunjungan kerja ke Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Kamis (19/8) kemarin.

Kunjungan kerja yang dikemas menjadi rapat terbatas itu membahas terkait keberlanjutan pembentukan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Pasang

Kepala Kantor Bea Cukai Madura, Yanuar Calliandra dan para pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan turut hadir pada rapat yang dilaksanakan di Paringgitan Dalem Ronggosukowati.

Padmoyo sapaan akrabnya, mengungkapkan, bahwa pembentukan KIHT memang tidak mudah seperti membalikkan tangan. Dibutuhkan perencanaan yang matang dan eksekusi yang tepat untuk mewujudkannya.

“Sinergi antara Bea dan Cukai juga Pemkab Pamekasan menjadi kunci utama mewujudkan KIHT di Pamekasan. Rapat terbatas kali ini menjadi salah satu jalan yang dilakukan untuk merealisasikan sinergi antar instansi pemerintah,” ungkapnya, di sela-sela pertemuan.

“Kawasan Industri Hasil Tembakau menawarkan fasilitas kerjasama pelintingan, dimana perusahaan dalam KIHT yang tidak memiliki mesin pelinting rokok dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan pemilik mesin di KIHT. Kami berkomitmen siap memfasilitasi dan mengawal pembentukan KIHT Pamekasan,” timpal Padmoyo.

Lebih lanjut, Padmoyo mengatakan, kalau pembentukan KIHT di Pamekasan bermaksud untuk memberantas peredaran rokok ilegal dan membantu pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai.

Dari aspek legal, pembentukan KIHT ini juga mendorong pelaku usaha yang belum mempunyai legalitas, dapat segera bergabung dan menjalankan usaha yang sah. Tak hanya itu, potensi tembakau yang sangat melimpah di Pamekasan nanti juga bisa dioptimalkan melalui KIHT.

“Pembentukan KIHT juga sejalan dengan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sebab dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar untuk mewujudkan Indonesia tangguh meski sedang dilanda pandemi COVID-19,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *