Kalahkan Donald Trump, Joe Biden Catat 4 Rekor dalam Sejarah Politik AS

Kalahkan Donald Trump, Joe Biden Catat 4 Rekor dalam Sejarah Politik AS
Donald Trump, Joe Biden dan Barrack Obama (Istimewa)

INTERNATIONAL, SINERGI MADURA - Akhirnya asa Donald Trump untuk kembali memimpin negara adidaya Amerika Serikat kandas karena kalah telak oleh rivalnya, Joe Biden, yang berangkat dari Partai Demokrat.

Biden berhasil mengungguli Donald Trump yang berangkat dari Partai Republik dengan perolehan total 290 suara elektoral pada Minggu (8/11) dini hari. Sementara Trump hanya berhasil mengantongi total 214 suara elektoral.

Prosentase perbandingan suara populer (votes) antara mantan wapres Barrack Obama, Joe Biden, dengan calon incumbent (petahana) Donald Trump adalah 50.6 persen banding 47.4 persen.

Dengan demikian, sesusai bunyi Amandemen ke-20, Biden berhak menjadi presiden AS yang ke-46, dan Trump harus rela menyerahkan kepemimpinan kepada Biden selepas masa jabatannya pada 20 Januari 2021 mendatang.

Dalam kontestasi Pilpres Amerika Serikat (AS) ini, sebagaimana dilansir The Independent, Sabtu (7/11), Biden sekaligus berhasil menepis pernyataan Donald Trump saat kampanye 17 Oktober lalu, bahwa dirinya adalah kandidat terburuk dalam sejarah politik di Negeri Paman Sam.

"Apa terbayang oleh Anda jika saya kalah, seumur hidup saya, apa yang akan saya lakukan? Saya akan mengatakan bahwa saya kalah dari kandidat terburuk dalam sejarah politik," ucapnya di depan para pendukungnya.

Ketika itu, Trump bahkan sempat bercanda bahwa jika sampai dia kalah dari Joe Biden, dirinya lebih baik minggat daripada harus menyaksikan Joe Biden jadi pemimpin. 

"Saya tidak akan merasa begitu baik, mungkin saya harus meninggalkan negara ini," katanya.

Torehan prestasi Joe Biden tergolong luar biasa. Politisi senior Partai Demokrat yang akan berulang tahun ke-78 pada 20 November depan ini, sebagaimana dilansir Kompas.com, (7/11), setidaknya telah mencatat 4 rekor sepanjang karirnya dalam dunia politik.

Pertama, setelah dilantik pada 20 Januari 2021 nanti, Joe Biden akan tercatat sebagai Presiden Tertua sepanjang sejarah AS. Politikus senior Partai Demokrat kelahiran 20 November 1942 ini kalahkan rekor Donald Trump yang menjabat sebagai Presiden AS di usianya yang ke-70 tahun.

Kedua, Joe Biden catat rekor perolehan suara populer terbanyak sepanjang sejarah Pilpres Amerika Serikat. Ia berhasil mengungguli dua presiden sebelumnya Barrack Obama dan Donald Trump dengan total 74.857.880 (50,6 persen) suara. 

Sementara Presiden dua periode Barrack Obama pada 12 tahun lalu hanya mendapat 69.498.516 suara. Masih di bawah torehan Donald Trump yang menjabat sejak 20 Januari 2017 silam dengan 70.598.535 suara (47,7 persen).

Ketiga, Joe Biden berhasil membawa kembali kajayaan Partai Demokrat di Georgia pada era Bill Clinton (1992) dimana sebelumnya pucuk kekuasaan AS dari tahun 1981 hingga 1992 berada dalam kendali Partai Republik.

Kala itu, Clinton yang berpasangan dengan Al Gore berhak menjadi presiden ke-42 AS setelah mengungguli pasangan George HW Bush-Dan Quayle yang memperoleh 168 electoral votes (e-votes), sementara Clinton-Al Gore berhasil meraih sebanyak 370 e-votes.

Keberhasilan suami Jill Biden mengalahkan Donald Trump ini menjadikan Demokrat berhak mengantongi sebanyak 16 suara elektoral.

Keempat, dilansir Phoenix New Times, sebagaimana dikutip Okezone, Joe Biden berhasil 'membirukan' Arizona yang sebelum tahun 1996 selalu dimenangkan oleh Partai Republik. Di Arizona, Biden berhasil mengantongi 1.626.953 suara dan 11 e-votes, unggul 49.6 persen di atas Trump yang mendapat 48.9 persen suara. 

Torehan sejarah di negara bagian tersebut sekaligus mengingatkan orang-orang dari partai biru pada kemenangan  saat Bill Clinton berhasil mengambil alih tampuk kekuasaan Demokrat dari Partai Republik dalam Pilpres Amerika tahun 1996 silam. Kala itu, Clinton menang telak atas pasangan dari Partai Republik, Dole - Jack Kemp dengan perolehan toal 379ne-votes. (md/fd)


(*)