Kapal Tongkang Baru di Gresik Putih Disorot, LIPK Beram

Kapal Tongkang Baru di Gresik Putih Disorot, LIPK Beram
BERAM: Ketua LIPK Sumenep, Syaifiddin saat memberikan keterangan (Dok. Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Kapal Tongkang baru di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali disorot Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK).

Pasalnya, usai salah satu Kapal Tongkang yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat dilaporkan ke polisi akibat dugaan korupsi, kali ini kembali ada Kapal Tongkang baru di kawasan itu.

Ketua LIPK Sumenep, Syaifiddin mengatakan, kuat dugaan jika hingga saat ini Kapal Tongkang baru tersebut belum mengantongi izin. Meski saat ini, kata dia, Kapal Tongkang itu nampak belum beroperasi namun sudah lepas landas dari daratan.

"Kami minta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep untuk komitmen dengan janjinya yang tidak akan mengeluarkan ijin tongkang baru," ungkap Syaifiddin, Selasa (11/5/2021).

Baca Juga: Polisi Sebut Tersangka Pembunuhan Bocah 4 Tahun di Sumenep Tidak Dijerat Pasal Berlapis

Selain itu, lanjut dia, kasus sebelumnya terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan kapal tongkang yang lama hingga kini masih bergulir di Korp Bhayangkara Kota Sumekar.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Dinas terkait tidak bermain-main memandang perkara tersebut. Apalagi sampai memberikan izin operasional Kapal Tongkang baru.

"Apapun alasannya, karena itu sangat tidak sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada, dan kami punya buktinya kalau Dishub Sumenep tidak akan mengeluarkan ijin tongkang yang baru," tegasnya.

Hingga berita ini terbit, belum ada konfirmasi dari pihak Dishub Sumenep. Sebab, saat dikonfirmasi tidak diangkat meski terdengar aktif.

Sekadar informasi, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 104 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan penyeberangan disebutkan dalam Pasal 27 ayat 1 bahwa untuk melakukan usaha angkutan penyeberangan setiap orang atau badan wajib memiliki izin usaha angkutan penyeberangan. (an/fd)


(*)