Kasus Penganiyaan di Perumahan Satelit Masuk Gelar Perkara

Kasus Penganiyaan di Perumahan Satelit Masuk Gelar Perkara
Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutioningtyas (Subaidi - Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Polres Sumenep, Jawa Timur akan segera melakukan gelar perkara atas kasus dugaan penganiayaan terhadap Alwi Bil Faqih (29) di Jalan Angkasa, Perumahan Satelit, Pabian, Kecamatan Kota setempat, Rabu (13/01) lalu. 

"Ini akan digelar perkara. Jadi tahapannya sesusai SOP, dan itu harus dipenuhi," tegas Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutioningtyas saat dikonfirmasi media ini, Jumat (22/01/2021).

Widi menjeskan, pada pemanggilan pertama terlapor SB tidak hadir untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi atas kasus tersebut. Sehingga, pihaknya kembali mengirimkan surat panggilan kedua. Akhirnya terlapor memenuhi panggilan pemeriksaan polisi.

Baca Juga: Terlapor Kasus Penganiayaan di Perumahan Sumekar Belum Penuhi Panggilan Polisi

"Saudara SB datang sebagai terlapor. Kemarin yang bersangkutan sudah diperiksa," ungkap Widiarti. 

Sementara itu, terlapor SB saat dihubungi awak media membenarkan sudah diperiksa oleh polisi. "Saya sudah hadir ke polres, saya sudah jawab semua pertanyaan seputar kasus dugaan penganiayaan itu apa adanya,” tegasnya.

Namun dia mengaku, keterangan yang disampaikan sama dengan yang diketahui publik sebelumnya, bahwa pihaknya tidak merasa melakukan pembacokan terhadap Alwi Bil Faqih warga Pangarangan, Kecamatan Kota. 

”Sejak awal saya tidak pernah melakukan pembacokan, itu yang saya sampaikan kepada penyidik,” ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya, Alwi Bil Faqih telah melaporkan inisial SB atas dugaan pelaku kekerasan terhadap dirinya ke Polres Sumenep dengan tanda bukti laporan polisi nomor TBL-B /11/Res.1.6/2021/Reskrim/SPKT Polres Sumenep tertanggal 13 Januari 2021.

Hasil visum, korban mengalami luka sebanyak 16 jahitan di bagian lengan siku kiri dan saat ini masih belum sembuh. Pihaknya berharap adanya keadilan terhadap dirinya.
 
”Iya saya berharap pelaku secepatnya bisa ditangkap, karena saya selaku korban berharap adanya keadilan,” harapnya. (bd/an/fd)


(*)