Kecewa Tak Ditemui Ketua Dewan, Peserta Aksi 'SaKu' Ancam Gelar Aksi Susulan

Kecewa Tak Ditemui Ketua Dewan, Peserta Aksi 'SaKu' Ancam Gelar Aksi Susulan
Koorlap aksi SAKu, Abdul Basith saat menyampaikan orasinya (Foto: Alan - Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Sejumlah peserta aksi yang mengatasnamakan Sumenep Anti Korupsi (SAKu) di depan Gedung DPRD Sumenep mengaku kecewa lantaran tidak ditemui oleh Ketua Dewan Abdul Hamid Ali Munir.

Koordinator aksi lapangan (Korlap) SaKu, Abdul Basith mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar aksi susulan dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi. 

"Kami kecewa, karena tidak ditemui oleh pimpinan DPRD di sini. Yang pasti dalam 3 x 24 jam ke depan kami akan menggelar aksi lagi," kata Basith, Kamis (3/9/2020).

Dalam aksi tersebut, ada 4 tuntutan yang dilayangkan mereka terhadap DPRD Sumenep. Pertama, SaKu meminta agar DPRD mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang menyangkut bakal pasangan calon (Bacalon) Bupati Sumenep.

Baca Juga: SAKu Gelar Aksi, Tuntut Hasil Rekom Parpol di Pilkada Sumenep Batal

Kedua, mendesak paslon yang diduga kuat terlibat kasus korupsi agar cepat diproses menjadi tersangka. Ketiga, mendesak pimpinan Parpol untuk meninjau ulang Paslon yang terindikasi korupsi. Keempat, Sumenep harus bersih dari pemimpin yang punya kasus korupsi.

"Tujuan kami hanya menyampaikan aspirasi, karena di Sumenep ada kapitalisasi politik, sebagai contoh ketua DPC partai Hanura tidak dapat rekomendasi," tegasnya. 

Ia menuding salah satu paslon Bupati Sumenep terlibat kasus korupsi yang harus digagalkan rekomendasinya dari Parpol pengusungnya. Sehingga Paslon yang dimaksud digugurkan dari pesta demokrasi pada 9 Desember mendatang.

"Sebagai contoh (satu di antara) pasangan Fattah Jasin- Kia Fikri, dia dulu terlibat kasus korupsi mega proyek yang ada di Tulungagung, jadi itu harus diusut," pintanya. 

Sementara itu, hubungan masyarakat (Humas) DPRD Sumenep, Tabrani mengatakan, saat ini semua jajaran DPRD sedang melakukan kunjungan kerja sehingga tidak bisa menemui massa aksi. 

"Hari ini pimpinan dan anggota DPRD tidak ada di kantor, lagi tugas kedewanan," ungkapnya. (bd/md/fd)


(*)