Kepala BBWS Brantas Tinjau Langsung Pelaksanaan P3-TGAI di Madura

Kepala BBWS Brantas Tinjau Langsung Pelaksanaan P3-TGAI di Madura
Kabalai Dr. Ir. Muhammad Rizal M.Sc bersama rombongan BBWS Brantas saat meninjau lokasi padat karya di Desa Gunggung, tanggal 1 September 2020 lalu (Dokumen Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Madura, Jawa Timur untuk meninjau progres Pelaksanaan Program Percepatan Tata Guna Air (P3-TGAI) di sejumlah lokasi di tiga kabupaten Pulau Garam.

Sejumlah lokasi pelaksanaan P3-TGAI atau padat karya tersebut antara lain di Kabupaten Bangkalan bagian utara, Sampang daerah Panggung, kemudian di Desa Gunggung dan Batuan Kabupaten Sumenep.

Dalam kunker ini, Kabalai BWS Brantas Muhammad Rizal didampingi oleh PPK Operasi SDA III Hesti Nurina Paramita, mengecek serta memberikan arahan langsung kepada tenaga pendamping masyarakat (TPM) yang ada di sejumlah desa di tiga kabupaten tersebut.

“Kedatangan kita ini adalah untuk mengecek program padat karya di Madura, baik kualitas mutu, durasi waktu pengerjaan dan lain-lain agar kita dapat berkomunikasi dengan pekerja dan para petani langsung di lokasi,” jelas Kabalai Muhammad Rizal.

Kabalai Rizal lanjut memaparkan, program P3-TGAI ini dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi masyarakat, yakni dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik melalui pemberdayaan masyarakat petani. “Untuk perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, P3-TGAI merupakan program padat karya tunai yang dicanangkan oleh pemerintah berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat  desa, khususnya kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga: Operasi Pekat, Satpol-PP Bangkalan Amankan Sejumlah PSK dan Pasangan Mesum

“Program ini bersifat produktif, mengutamakan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” terangnya.

“Kami berharap, melalui program padat karya dengan pemberdayaan masyarakat petani yang berupa perbaikan jaringan irigasi tersier secara partisipatif ini, dapat membantu upaya pemulihan ekonomi nasional,” pesannya menambahkan.

Wawancara terpisah, PPK Operasi SDA III, Hesti Nurina Paramita menjelaskan, walau dikerjakan secara padat karya atau melibatkan masyarakat banyak, pengerjaan program ini harus sesuai dengan spek dan gambar  yang sudah direncanakan. “Agar terlaksana tidak asal jadi,” ucapnya.

Digandengnya tenaga pendamping masyarakat dalam pengerjaan progam padat karya ini, kata Hesti, agar mereka dapat memberikan edukasi kepada perkumpulan petani pemakai air (P3AI) sebagai upaya untuk mendukung serta mencapai target pelaksanaan P3-TGAI secara maksimal.

“Di setiap lokasi pekerjaan ada TPM, itu tujuanya agar mereka dapat memberikan pengawasan dan pendampingan secara langsung dan efektif kepada para petani yang memanfaatkan hasil pengerjaan ini,” jelasnya.

PPK Op SDA III, Hesti Nurina Paramita, ST. M.Sc (kiri) saat mengecek lokasi padat karya di Panggung Sampang (Dokumen Sinergi Madura)

Sementara itu, salah seorang petani asal Desa Gunggung Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Surawi (30), mengaku sangat terbantu dengan digelarnya program P3-TGAI ini. “Yang jelas masyarakat petani merespon positif lah,” ujarnya saat diwawancara wartawan Sinergi Madura, Minggu (4/10/2020).

Menurutnya, program pemerintah yang telah melibatkan masyarakat banyak ini setidaknya dapat mengurangi beban ekonomi para petani akibat pandemi Covid-19. Dia berharap agar program ini diadakan setiap tahun dan tetap melibatkan pekerja dari kalangan petani.

“Selain dari segi sarana pertaniaan kita terbantu, program padat karya ini saya kira dapat mengurangi jumlah penganguran di Desa Gedungan dan beberapa desa di Kabupaten Sumenep lainnya,” pungkasnya. (md/fd)



(*)