Pasang

Kerajaan Madura Barat Masa Kedua

  • Bagikan
Kerajaan Madura Barat Masa Kedua
Ilustrasi kerajaan di Madura (Foto: Babad Madura)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Anda masih ingat kan, tentang sejarah kerajaan Madura Barat, yang terbagi tiga masa pada artikel sebelumnya.

Berikut kelanjutan sejarah Kerajaan Madura Barat:

Pasang

Masa Kedua:
Pada masa ini, Kiai Demang Plakaran, mengangkat tahta Kiai Pragalba yang merupakan anaknya, yang dikenal dengan nama Pangeran Arosbaya.

Sehingga pada masa ini pengaruh Jawa Kawi masih begitu kental, baik bahasa maupun adat istiadat. Masa Pragalba menjadi penanda masuknya pengaruh Islam awal di Madura Barat, hingga banyak peran Sunan Kudus yang merupakan salah satu anggota Wali Sanga Jawa Dwipa.

Jelang beberapa waktu lamanya, Kiai Pragalba meninggal, putranya Pnageran Pratanu dipercaya sebagai pengganti ayahandanya untuk mengendalikan Madura Barat, hingga Islam berkembang menjadi agama penguasa. Yang kemudian Pratanu naik tahta dengan gelar Panembahan Lemah Duwur.

Baca Juga: Sejarah Singkat Kerajaan Madura Barat Masa Pertama

Berdasarkan catatan silsilah Madura Barat, Kala itu, di Jawa bersamaan dengan pemerintahan Sultan Demak III, Trenggana, setelah masa Trenggana, naiklah Sunan Prawata, yang berakhir dengan pemberontakan Aria Penangsang.

Singkat cerita, pada masa itu, beralihnya wahyu keprabon ke tangan Jaka Tingkir alias Adiwijaya, Sultan Pajang pertama. Jaka Tingkir merupakan menantu Trenggana.

Kemudian, Pratanu alias Lemah Duwur menikah dengan salah satu putri Jaka Tingkir. Dari pernikahan tersebut lahir di antaranya Raden Koro alias Pangeran Tengah, pengganti Lemah Duwur.

Di samping memiliki keterkaitan leluhur dengan Demak Bintara sekaligus Pajang, sejak periode Pratanu, hubungan perkawinan mendekatkan keduanya menjadi keluarga besar, baik Madura Barat dan Demak Pajang, yang merupakan keturunan raja-raja Majapahit.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *