Kerlip Lampu Malam Agustusan di Pagarbatu Saronggi, Hidupkan Semangat Warga yang 9 Tahun Sempat Hilang

Kerlip Lampu Malam Agustusan di Pagarbatu Saronggi, Hidupkan Semangat Warga yang 9 Tahun Sempat Hilang
Sejumlah warga Dusun Bungandun, berpose bersama di depan Gapura RT 04 RW 03, Jumat malam 21 Agustus (Foto: Mazdon - Sinergi Madura)

uansa malam momen 'Agustusan' di Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Jawa Timur tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di setiap rumah warga per dusun di desa ini tampak begitu hidup dalam gairah penuh kemerdekaan Indonesia.

Jangan hanya terperangah melihat ramai kerlip lampu tumblr di sepanjang jalan raya kabupaten (trotoar), Jalan Tanjung Saronggi. Masuklah menjelajah malam di 4 dusun desa ini, secara tak sadar, kita akan seolah tertarik ke masa kanak-kanak lagi. Sejauh akses jalan masuk ke 4 dusun tersebut, dari gapura (pintu masuk) hingga ke pelosok rumah-rumah warga, penuh dengan gemerliap lampu hias (tumblr).

Empat dusun tersebut antara lain, Dusun Nangger, Dusun Pagarbatu, Dusun Bungandun dan Dusun Korbi.

 

8 Bulan Menjabat Kades

"Saya baru menjabat 8 bulan di sini. Sementara bahwa mayoritas masyarakat di sini berpenghidupan dari hasil laut, petani bulung, ternak, dan hasil hutan" ungkap Kepala Desa Pagarbatu, Imam Daud kepada media ini, Sabtu (21/8) malam.

Sambil berjalan menyusuri malam, Kades Dadang akrab disapa, terus mengungkapkan semangatnya untuk mengangkat serta mengembangkan sumber daya alam dan manusia yang dimiliki Desa Pagarbatu.

Desa Pagarbatu terletak di ujung paling barat Jalan Tanjung Kecamatan Saronggi. Berbatasaan dengan Desa Lobuk Kecamatan Bluto di sebelah barat; di timur bertetangga dengan Desa Tanjung; dan di sebelah utara berbatasan dengan Desa Langsar dan Tanah Merah.

 

"Di utara desa kita ini lebih kepada (potensi) hutan dan bebatuan. Sedangkan di sisi selatan adalah kawasan laut, tempat pencaharian masyarakat menangkap ikan dan bertani bulung (rumput laut)," jabarnya.

 

Momen kemerdekaan tahun ini, kata dia, merupakan langkah awal untuk memupuk semangat gotong-royong masyarakat Desa Pagarbatu.

"Momen agustusan ini kita start (mulai, red) dengan cahaya penerangan, selanjutnya kita pelajari periode kades sebelumnya, lalu kita gali apa saja sebenarnya potensi di desa ini yang bisa kita angkat," tuturnya.

Dadang lebih lanjut mengutarakan, dirinya punya niat untuk menghidupkan area hutan tersebut.

 

"Setelah ini, saya punya niat untuk mencari dan menggali sumber air di area hutan Pagarbatu, di utara itu, agar nanti suhu antara laut dan pegunungan bersinergi, itu bagus untuk petani bulung," terang Dadang menambahkan.

 

Selain itu, agar saat musim penghujan tiba, masyarakat dapat beralih memanfaatkan lahan hutan Desa Pagarbatu, dengan ketersediaan sumber air yang cukup, "syukur-syukur berlimpah," tukasnya.

Dadang lalu mengungkapkan bahwa di momen agustusan ini pihaknya sedang menggelar lomba hias kampung untuk setiap RT/RW di desa yang dipimpinnya.

​​​​​​

BACA JUGA:

 

Dusun dengan Nuansa Religi

Sayangnya, tim Sinergi Madura hanya berkesempatan mengunjungi satu dusun di desa ini, Dusun Bungandun namanya.

Dusun Bungandun tampak lekat dengan nuansa religi dan kebersahajaan sikap masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Di dusun ini, tim Sinergi Madura disambut hangat oleh Kepala Dusun (Kadus), Syaiful Imam dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda, Kiai Ahmad Riyadi Amin, di emperan masjid tempat santrinya mengaji.

 

"Alhamdulillah, terangnya desa, terang pula semangat masyarakat sini," ucap Kiai Amin.

 

Pihaknya mengaku sangat apresiatif terhadap inisiatif kepala desa yang telah menggelar program lomba hias kampung demi menyemarakkan peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-75 ini.

Dengan adanya program ini, kata Kiai Amin, masyarakat menjadi sangat antusias untuk bergotong-royong, memberikan penerangan di jalan-jalan dusun, bahkan di setiap rumah mereka masing-masing.

"Alhamdulillah, bapak kepala desa telah membangun semangat gotong-royong, yang mana semangat itu sudah lama hilang dari desa ini, sekitar sudah 9 tahunan," katanya.

"Jadi, alhamdulillah dengan adanya program lomba hias gapura dusun ini, semua warga antusias, bergotong-royong, membersihkan desa. Alhamdulillah sangat kami rasakan baik sekali," tegasnya mengakhiri keterangan

RT 04 RW 03

Di RT.04 RW.03 Dusun Bungandun, bocah-bocah berlarian di jalan sebelah timur Masjid tempat mereka mengaji kitab dan Alquran. Mereka berlomba seolah sedang berlari sambil mandi cahaya lampu tumblr warna-warni, hasil dari semangat gotong-royong orangtua mereka.

Lampu tersebut dimodel dengan beraneka ragam bentuk. Antara lain bentuk kuba masjid, lengkung pintu gapura, kerucut dan lain sebagainya.

RT 03 RW 03

Tak mau kalah, terus berjalan masuk ke RT 03 RW 03, kita akan disuguhi hiasan lampu dengan simbol cinta (Love). "Jadi inilah karya-karya dari RT 3 RW 3," timpal Kades Dadang.

Tempat ini, sambung dia, banyak dikunjungi oleh masyarakat dari luar desa untuk sekedar foto-foto atau selfie di malam hari.

"Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Indonesia yang temanya Indonesia Maju," ucapnya.

Nuansa Istana Merdeka

Beda lagi dengan dua rukun tetatangga sebelumnya, berkunjung ke RT.06 RW.03, kita seolah sedang dibawa pada nuansa kedigjayaan Republik Indonesia tempo dulu, dimana presiden Ir. Soekarno bersama wakil presiden Drs Hatta pertama kali menginjak halaman Istana Merdeka. Dari gapura dusun terhampar permadani, terbentang rapi hingga sekitar 500 meter.

Di atas sepanjang jalan masuk dusun ini, selain penuh dengan gemerliap lampu hias, di pinggir jalan berjejer jenis-jenis bonsai yang pula terus mengeluarkan kerlap-kerlip warna lampu bergantian.

"Gotong-royong, Pak. Ini hasil urunan warga agar menang dalam lomba hias gapura," ucap Eli, Ketua RT 06 RW 03, kepada media ini. "Swadaya," imbuhnya.

Terus masuk ke dalam, sejumlah warga tampak berkumpul dalam keadaan lampu rumah dimatikan.

 

"Ya, gelap-gelapan, Mas. Bahwa dulu di zaman kemerdekaan, beginilah keadaan warga di desa-desa. Belum ada lampu," sahut salah seorang warga

 

Ia mengungkapkan, keadaan gelap tersebut memang sengaja mereka lakukan. Menurutnya, hanya dengan suasana gelap disertai gemerliap lampu hias itulah, sehingga alam pikiran mereka dapat terbantu untuk membayangkan bagaimana suasana penuh kemerdekaan tempo dulu.

"Biar hasil gotong-royong kita mulai kemarin itu lebih berasa hadirnya," ujarnya.

 

Undang Dinas Pariwisata

Kades Dadang dan Kadus Imam merasa bahagia dan bangga dengan semangat yang ditunjukkan oleh segenap warganya. 

"Antusias peringatan HUT RI dari masyarakat yang sangat bagus sekali. Kalau pagi, dari anak-anak, bapak bapak juga ibu-ibu sampai yang tua, semuanya keluar bergotong-royong, semarakkan lomba ini," kata Kadus Imam.

Malam penerimaan hadiah lomba hias kampung ini akan dilaksanakan Sabtu tanggal 28 Agustus 2020 (malam Minggu) depan.

"Pada malam puncaknya nanti, kami akan mendatangkan dari Dinas Pariwisata. Salah satunya dimana kriterianya adalah estetika dan nilai seni tersendiri. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah semangat gotong royong, terus relevansi dengan tema Indonesia maju," timpal Kades Dadang sedikit membocorkan kriteria penilaian.

Ke depan, lanjut dia, di usia kemerdekaan Indonesia yang ke 76 nanti, pihaknya atasnama Kepala Desa Pagarbatu berniat akan mengemas momentuh bersejarah ini lebih meriah lagi.

"Di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-76 nantinya insya Allah. Mudah-mudahan kita sehat, kita akan berusaha lebih memeriahkan, tentu dengan tetap mengedepankan semangat gotong-royong," pungkas Kepala Desa Pagarbatu. (md/fd)