Pasang

Kiat untuk Pelaku UKM agar Tetap Produktif di Masa Pandemi

  • Bagikan
Ilustrasi pebisnis wanita (Amina Filkins:pexels.com)

NASIONAL, SINERGI MADURAUKM merupakan salah satu sektor bisnis yang menguntungkan. Bahkan, meskipun di tengah gempuran pandemi COVID-19, banyak UKM di Indonesia yang nyatanya bisa sukses.

Berdasarkan rilis data Kemenkop UKM Republik Indonesia pada April 2021 lalu, ada lebih dari 64 juta UKM di Indonesia yang menyumbang 14% terhadap total ekspor non migas. Selanjutnya, untuk total investasi 60%, tenaga kerja 97%, dan PDB nasional 61%.

Pasang

Jika sebelumnya di Indonesia start-up menjadi bagian pendorong lahirnya pendapatan ekonomi, akan tetapi di masa pandemi ini diharapkan UKM dapat menjadi ujung tombak pendapatan ekonomi dengan bekerja dari rumah (stay at home economy).

Stay at home economy ditandai seiring pergeseran perilaku masyarakat dalam bertransaksi yang serba daring dan meningkatnya permintaan berbagai produk pendukung aktivitas masyarakat di rumah. Misalnya, makanan beku atau kriya interior.

Untuk menjawab berbagai permintaan baru yang disebabkan pergeseran karakter pembeli karena tantangan masa pandemi, maka UKM harus mampu beroperasi dengan ramping, cepat dan kreatif.

Baca Juga: Cara Unik Tangkap Ikan Nelayan Pulau Santen Banyuwangi

Menurut creativepreneur, Yoris Sebastian, dikutip Sinergi Madura dari Suara.com, ada beberapa tips yang perlu dilakukan para pelaku UKM agar tetap kreatif di masa pandemi, ialah sebagai berikut:

1. Ciptakan ide

Sebab dalam analoginya, ide itu ada karena diciptakan, bukan didapatkan. Salah satunya, ide kreatif itu bisa diciptakan melalui riset yang tepat.

2. Kenali diri sendiri terlebih dahulu

Di dalam hidup, kenal jati diri kita sendiri adalah sesuatu yang sangat penting. Hal Ini juga berlaku saat kita ingin sukses berbisnis karena pada prinsipnya, apapun yang kita jual, sesungguhnya kita sedang “menjual” diri kita.

Kiat untuk Pelaku UMK agar Tetap Produktif di Masa Pandemi

3. Dobrak pola pikir lama dan eksekusi

Sebuah kesuksesan yang dilakukan seseorang berawal dari mencari ide, kemudian disortir. Dengan proses ini kita akan mendapatkan gambaran baru untuk mendapatkan hasil yang layak dan dapat dijalankan.

4. Lupakan passion sejenak

Di saat krisis seperti ini, kita harus bertahan dengan melakukan hal lain secara kreatif dan produktif. Intinya, bagaimana kreativitas kita ini bisa menjadi nilai tambah untuk pelanggan, jangan melihat passion terlebih dahulu.

5. Jalani prinsip happynomics

Berbisnislah dengan azas happynomic, yaitu dilakukan dengan rasa suka dan senang (happy), bernilai ekonomi, dan bisa dibayar dengan mahal.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *