Pasang

Kisah Kesaktian Pangeran Jokotole, Raja Ke-13 Sumenep Madura

  • Bagikan
Kisah Kesaktian Pangeran Jokotole, Raja Ke-13 Sumenep Madura
Foto ilustrasi Pangeran Jokotole (sakolaku.com)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Pangeran Jokotole atau Pangeran Secodiningrat III menjadi raja Sumenep yang ke 13 selama 45 tahun (1415-1460), menggantikan kakeknya Pangeran Secodiningrat II.

Jokotole merupakan putra dari Raden Ayu Potre Koneng, cicit dari Pangeran Bukabu sebagai hasil dari perkawinan batin (melalui mimpi) dengan Adipoday, Raja Sumenep ke 12. Memiliki adik bernama Jokowedi.

Pasang

Sejak kehamilannya, banyak hal-hal aneh yang terjadi di luar dugaan. Saat dilahirkan, Jokotole diletakkan atau ‘dibuang’ di hutan oleh ibunya (Raden Ayu Potre Koneng) dengan menyuruh dayangnya, karena takut kepada orang tuanya.

Saat di hutan, bayi (Jokotole) ditemukan oleh Empu Kelleng yang kemudian disusui oleh kerbau miliknya. Demikian juga peristiwa kelahiran Jokotole, terulang pada adiknya, yang bernama Jokowedi.

Baca Juga: Labang Mesem Keraton Sumenep Madura dan Manusia Kerdil Penjaga Raja

Sejak Jokotole berusia 6 tahun lebih, kesaktiannya mulai terlihat. Salah satunya ia bisa membuat alat-alat perkakas dengan tangannya sendiri tanpa bantuan dari alat apapun.

Terbukti, hasilnya sangat menakjubkan, bahkan bisa dikatakan lebih bagus dari pada buatan ayah angkatnya sendiri.

Selain itu, ia juga membantu membuat pintu gerbang raksasa Majapahit dengan cairan putih yang dikelurkan lewat pusarnya untuk keperluan pengelasan pintu raksasa tersebut.

Atas keberhasilannya dalam membuat pintu raksasa itu, kemudian Joktole diberi hadiah emas dan uang logam seberat badannya, sekaligus dijadikan menantu oleh Patih muda Majapahit.

Saat pulang ke Sumenep, ia bersama istrinya yang bernama Dewi Ratnadi bersua ke Keraton, sehingga bertemu dengan ibunya Raden Ayu Potre Koneng.

Setelah itu, Jokotole dilantik sebagai Raja Sumenep dengan Gelar Pangeran Secodiningrat III. Kekuasaannya berakhir pada tahun 1460, dilanjutkan oleh putra pertamanya, yaitu Arya Wigananda.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *