Pasang

Kisah Mistis Dusun Mangger di Jalur Suramadu

  • Bagikan
Kisah Mistis Dusun Mangger di Jalur Suramadu
Akses jalan dari arah madura untuk masuk tol suramadu (Foto: [email protected])

BUDAYA, SINERGI MADURAMadura merupakan sebuah pulau yang terletak di Provinsi Jawa Timur,  pulau ini dikenal dengan sebutan Pulau Garam karena menjadi salah satu penghasil garam terbesar di Indonesia.

Selain itu, Pulau Madura dikenal dengan kaya akan budaya, tradisi, kuliner dan wisatanya, hal inilah yang membuat orang non lokal tertarik untuk berkunjung ke pulau tersebut.

Pasang

Selain dikenal begitu, ternyata di Pulau Madura juga terdapat beberapa tempat angker yang dipercaya memiliki penunggu semacam mahluk tak kasat mata.

Terlebih, semenjak ada Jembatan Suramadu yang menjadi penghubung antara Pulau Madura dan Kota Surabaya.

Dikisahkan, pemicu terjadinya kecelakaan di wilayah Suramadu juga berkaitan dengan hal mistis. Bahkan, berdasarkan cerita warga dalam sehari terkadang terjadi 4 kali peristiwa kecelakaan.

Konon, sebelum jembatan dibangun memang terdapat salah satu dusun yang dikenal istimewa di Kabupaten Bangkalan. Sebab, di dusun ini memiliki 41 makam keramat atau yang biasa orang Madura sebut Bhuju’.

Baca Juga: Mengenal Penggunaan Paparegan dan Contohnya dalam Bahasa Madura

Di dusun ini juga terdapat sebuah batang kayu berukuran sangat besar. Oleh masyarakat akhirnya dusun ini diberi nama Dusun Mangger yang terletak di Desa Masaran, Kecamatan Tragah.

Sumber lain menyebutkan bahwa konon kayu tersebut adalah tempat mengikat perahu Pangeran Jokotole, sehingga dalam Bahasa Madura mengikat disebut Mangger.

Hingga kini kayu tersebut masih ada dan tertimbun dalam tanah, yang saat ini dilalui akses jalan Suramadu.

Akses jalan di sini terkenal angker, oleh sebab itu ketika masuk jalur jalan menuju Jembatan Suramadu tepatnya di tikungan putar balik pertama hingga jalan menanjak sebelum pos polisi, diharapkan agar berhati-hati.

Sebab, sejak Jembatan Suramadu berdiri memang banyak menyebabkan kecelakaan maut hingga menelan korban.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *