Pasang

Kisah Raden Segoro, Keturunan Ningrat yang Terbuang di Madura

  • Bagikan
Lukisan Raden Segoro (Foto: edukasi.co)
Lukisan Raden Segoro (Foto: edukasi.co)

PROFIL, SINERGI MADURARaden Segoro merupakan putra dari seorang putri raja Keraton Giling Wesi bernama Puteri Bendoro Gung yang lokasinya berada di tanah Jawa.

Raden Segoro berbeda dengan bayi pada umumnya. Ia dilahirkan tanpa seorang ayah. Raden Segoro disebut bukan bayi biasa.

Pasang

Sebelum mengandung Raden Segoro, sang Puteri Bendoro Gung bermimpi tubuhnya dimasuki rembulan. Tak lama kemudian, ia hamil.

Peristiwa itu membuat ayah Puteri Bendoro Gung bernama Sang Hyang Tunggal marah besar. Sebagai seorang raja, ia merasa malu putrinya hamil tanpa suami.

Raja menginginkan agar putrinya itu tidak tinggal lagi di keraton bahkan sang raja memerintahkan patihnya untuk menghabisi nyawa Puteri Bendoro Gung.

Baca Juga: Dihukum Gantung, Sakera Apes di Tangan Teman Seperguruannya

Lalu Puteri Bendoro Gung dibawa ke hutan untuk dibunuh. Saat patih raja akan membunuh sang putri serta janinnya, tiba-tiba hal aneh terjadi. Patih pun gagal membunuhnya.

Patih itu akhirnya menyuruh Puteri Bendoro Gung menaiki rakitan kayu yang ada di bibir pantai. Patih itu kemudian menendang rakitan kayu bersama Puteri Bendoro Gung menuju lautan luas.

Puteri Bendoro Gung akhirnya terdampar di pantai dekat dengan pegunungan yang sekarang dikenal dan diberi nama Gunung Geger. Lokasinya berada di Kabupaten Bangkalan, Madura.

Tak lama kemudian, Raden Segoro dilahirkan di tempat itu. Saat usianya sudah dua tahun, Raden Segoro suka bermain dan berlari-lari di pinggir pantai.

Keistimewaan pada diri Raden Segoro juga mulai tampak kala itu. Banyak dari para nelayan melihat cahaya muncul dari arah tempat tinggal Raden Segoro dan ibunya.

Baca Juga: Mengenal Sakera, Satria Sejati Berdarah Madura

Nelayan yang sering melihat sinar mirip dengan cahaya rembulan itu lalu berkata apabila hasil nelayannya sukses, maka ia akan mampir ke tempat itu.

Para nelayan akan melakukan selamatan dan memberi hadiah kepada yang bercahaya itu.

Alhasil, banyak nelayan yang sukses hasil tangkapan ikannya melimpah dan tempat itu kemudian sering dikunjungi oleh para nelayan yang hajatnya terkabul.

Hadiah dari para nelayan itu diterima oleh Raden Sogoro dan ibunya. Sebab, di tempat itu hanya ada mereka berdua.

Saat usia Raden Segoro menginjak tujuh tahun, ia memilih meninggalkan Gunung Geger tempat dirinya dilahirkan.

Raden Segoro bersama ibunya memilih Desa Nepah sebagai tempat tujuan. Nepah Saat ini berada di Desa Batioh Kecamatan Banyuates, Sampang, Madura.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *