Kisruh: PMII dan GMNI Geser Demo Gedung DPRD Sumenep, 6 Orang Diciduk Polisi

Kisruh: PMII dan GMNI Geser Demo Gedung DPRD Sumenep, 6 Orang Diciduk Polisi
Massa aksi PMII dan GMNI Kepung Kantor DPRD Sumenep (Edi Mufty - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Usai demo di PT Garam, mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) geser demo di depan gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Senin (12/10/2020) siang.

Aksi tersebut, mahasiswa menuntut pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, terutama yang berkaitan dengan regulasi garam dan tembakau. Mereka mendesak pemerintah agar segera menerbitkan peraturan daerah (Perda) yang berisi perlindungan terhadap petani dan lebih berpihak kepada para buruh.

Saat tiba di depan gedung DPRD Sumenep, massa aksi meminta anggota dewan untuk keluar. Namun, pihak aparat kopolisian menjelaskan bahwa anggota dewan sedang ada tugas di luar.

"Kami ingin masuk kantor DPRD untuk mengecek memastikan keberadaan anggota Dewan," tegas orator aksi, Abdul Mahmud.

Berita Terkait: Tuntut Kesejahteraan Petani, PMII dan GMNI Kepung PT Garam

Menurutnya, massa aksi tidak akan merusak fasilitas negara melainkan hanya ingin melihat surat tugas dan memastikan apakah semua wakil rakyat Kota Keris memang benar bertugas keluar.

"Kami mohon kepada aparat kepolisian, kasih kami jalan untuk masuk ke gedung rakyat ini," ucapnya.

Selama 3 jam tidak ditemui anggota dewan, massa aksi pun saling baku hantam dengan aparat kepolisian dan memaksa untuk masuk.

Pantauan di lokasi, ada 6 orang massa aksi diciduk oleh aparat kepolisian yang bertugas menjaga kondisivitas demonstrasi gabungan PMII dan GMNI. (em/md/fd)

(*)