Pasang

Komitmen Bangun KIHT, Pemkab Pamekasan dan BCM Gelar Kunjungan Studi ke Sulawesi Selatan

  • Bagikan
KOMPAK: Jajaran OPD Pemkab Pamekasan saat kunjungan ke Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Dok. Sinergi Madura)
KOMPAK: Jajaran OPD Pemkab Pamekasan saat kunjungan ke Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Pemerintah Kabupaten Pamekasan bersama Bea Cukai Madura melakukan kunjungan ke Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam rangka studi pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), Jum’at (1/10/2021).

Tiba di lokasi, rombongan disambut hangat Wakil Bupati Soppeng, Lutfi Halide beserta jajarannya. Mereka yang ikut dalam kegiatan ini antara lain, Plh Sekda Ajip Abdullah, Kepala Bappeda, Kasatpol PP, Kadiskop UMKM, Kadisperindag, Kadis PUPR, Kabag Perekonomian, perwakilan pengusaha rokok, perwakilan dari legislatif DPRD Pamekasan, dan dari Bea Cukai Madura.

Pasang

Plh Sekda Pamekasan, Ajib Abdullah mengungkapkan, kunjungan ini dilakukan untuk menimba ilmu kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng yang sudah terlebih dahulu membangun KIHT. Sebab tahun ini, Pemkab Pamekasan melalui Disperindag setempat tengah merencanakan pembangunan KIHT.

“Studi tiru ke sana dalam rangka mengetahui secara pasti tentang bagaimana KIHT yang dibangun Pemkab Soppeng,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua NU Berharap Pamekasan Sabet Juara Umum dalam MTQ ke XXIX

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Akhmad Sjaifuddin, mengatakan, Kabupaten Pamekasan merupakan daerah penghasil tembakau dengan luas area 30.000 hektare dengan penghasilan per tahun sekitar 20.000 ton tembakau.

“Di sana (Desa Gugul, lokasi pembangunan KITH, red) akan menimbulkan aneka ragam usaha baru yang akan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar KIHT. Pertumbuhan ekonomi di sekitarnya yang notabene sekarang disana maaf masyarakatnya miskin, nanti akan bangkit perlahan dengan tumbuhnya aneka ragam usaha di sekitar kawasan itu,” jelas Akhmad optimis.

Sementara ini, lanjut dia, perkembangan pembangunan fisik KIHT Pamekasan masih dalam tahap pematangan dokumen perencanaan.

“Seperti analisa lingkungan dan pembangunan infrastruktur dasar, yaitu seperti pemerataan tanah dan lahan, kemudian pembangunan pagar, drainase dan lain sebagainya,” imbuh Kadisperindag Kabupaten Pamekasan

“Kemungkinan selesai nanti di tahun 2022, seperti bangunan ruang produksi, ruang mesin, laboratorium dan lain sebagainya,” tegasnya. (ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *