Kue Proll Nanas: Oleh-oleh Khas Kota Bahari

Kue Proll Nanas: Oleh-oleh Khas Kota Bahari
Proll nanas khas Kota Bahari Sampang Madura (Foto/Fendi Chovi for Sinergi Madura)
Kue Proll Nanas: Oleh-oleh Khas Kota Bahari

Sumenep, Sinergi Madura - Kue proll berbahan nanas kini dijual sebagai oleh-oleh kuliner khas Kota Bahari, Sampang, Madura, Jawa Timur.

"Proll biasanya yang lumrah memakai tape, ini saya kembangkan proll dengan komposisi nanas," ujar Badrus Sholeh (26), owner dua Outlet Proll Nanas ini kepada Sinergi Madura, Minggu (15/3/2020).

Menurutnya, outlet yang menjual proll nanas di Madura saat ini baru ada di tiga tempat. Dua outlet berlokasi di wilayah kota Sampang dan satu outlet di dekat Pantai Camplong, atau lebih tepatnya di Jalan Raya Camplong Desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong Kabupaten Pamekasan.

Badrus mengutarakan, pihaknya akan mengembangkan penjualan proll nanas ke seluruh kecamatan di Kota Bahari. Terbaru, dia mengatakan sedang menjalin kerjasama dengan mitra dari tiga kecamatan, yaitu di Kecamatan Kedungdung, Kecamatan Sokobanah, dan Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Kue proll nanas menurutnya dapat dijadikan menu hidangan dalam acara kekeluargaan, seperti acara pernikahan (mantenan), temu besan, hidangan hari lebaran, ataupun acara pesta lainnya.

Badrus mengaku tertarik membuat proll berbahan buah nanas karena ingin memperkenalkan keunikan dan keistimewaan rasa nanas Madura dalam dunia kuliner Nusantara.

"Nanas Madura selama ini tersingkirkan oleh nanas dari Blitar dan Kediri. Alhamdulillah, kini berhasil diangkat menjadi produk daerah Sampang," ujarnya.

Terbukti, produk proll nanas buatannya keluar sebagai juara satu pada lomba oleh-oleh se-Madura di Kabupaten Sampang pada beberapa waktu lalu.

"Dapat juara satu, kemudian saya tertarik untuk mengembangkannya menjadi usaha (sumber penghasilan, red). Saat ini, Alhamdulillah, sudah nampak hasilnya, sudah ada tujuh orang yang diperkejakan di setiap outlet," katanya.

Ada empat varian rasa pada proll nanas buatannya, yaitu: rasa original, keju, orio, dan kacang tabur. Harga per kardus dengan berat 1,5 kg dibandrol seharga Rp 25.000. Agar higienis, olahan bercitarasa nanas itu ia kemas menggunakan kertas ivori.

Badrus berharap usahanya yang terbilang sederhana ini dapat membantu pemerintah untuk mempromosikan kekayaan alam lokal Kota Bahari.

"Target pasar proll nanas sebenarnya terkait juga dengan pariwisata, agar para pengunjung bisa pulang dengan membeli oleh-oleh kuliner khas Sampang," tandas pengusaha muda itu.

Penulis: Fendi Chovi
Editor: Mazdon