Pasang

Kuisioner SQR 29, Cara Mendeteksi Gangguan Jiwa Sejak Dini

  • Bagikan
Kuisioner-SQR-29,-Cara-Mendeteksi-Gangguan-Jiwa-Sejak-Dini
INKLUSIF: Workshop Tata Kelola Mutu Puskesmas Dinkes Pamekasan Madura (Ainur Rizky - Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Wabah pandemi Covid-19 yang cukup lama melanda Indonesia menimbulkan dampak cukup serius bagi berbagai sektor kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Bumi Gerbang Salam, Pamekasan Madura.

Tidak hanya pada sektor ekonomi dan pendidikan, wabah yang muncul pertama kali di Wuhan, Cina itu juga menimbulkan dampak tak baik bagi psikis (jiwa) masyarakat.

Pasang

Ketergangguan psikis masyarakat tersebut disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya karena faktor kehilangan seperti, hilangnya mata pencaharian, meninggalnya keluarga, sahabat karib bahkan kekasih akibat serangan virus Covid-19.

Dokter Spesialis Jiwa Pamekasan Madura, dr. Nur Faidah Utami, mengatakan, berdasarkan data jumlah kunjungan masyarakat yang berkonsultasi ke Rumah Sakit menurutnya terpantau meningkat dua kali lipat dibandingkan sebelum masa pandemi.

Rerata topik yang mereka konsultasikan adalah tentang kejiwaan. Dijelaskan, gangguan jiwa atau masalah psikotik dan emosional seperti rasa cemas seringkali berlanjut pada gangguan psikis selanjutnya, seperti depresi dan rasa putus asa yang berlebihan.

Baca Juga: BPJS Pamekasan Madura Perluas Akses FKTP bagi Peserta JKN–KIS

Berdasarkan pengamatan Nur Faidah, dibanding gangguan psikotik, gangguan emosional menurutnya lebih dominan diderita seseorang.

Salah satu solusinya, kata dia, yang bersangkutan dianjurkan segera melakukan deteksi dini atas gangguan kesehatan yang dideritanya.

Sementara ini, pihaknya coba mengatasinya dengan penanganan pertama, yakni dengan meminta kepada yang bersangkutan agar mengisi kuisioner SQR 29.

“Untuk mendeteksi dini ganguan jiwa salah satunya dengan mengisi kuisioner Self Reporting Quetionnaire 29,” jelasnya, Rabu (13/10/2021).

Dari data SQR 29 yang diisi tersebut, maka akan dapat terdeteksi apakah yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa atau tidak. Jika positif, maka dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Upaya atau cara di atas menjadi solusi untuk meminimalisir kemungkinan melonjaknya angka penderita penyakit kejiwaan, khususnya di Bumi Ronggosukowati, Pamekasan.

“Untuk meminimalisir terjadinya gangguan jiwa dengan cara mengurangi kecemasan dan ketakutan, berusaha menerima semua permasalan hidup serta berusaha mengurangi pikiran negatif,” jelas dr. Nur Faidah Utami.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *