Lama Dibangun, Pangkalan Pendaratan Ikan di Sampang Belum Difungsikan

Lama Dibangun, Pangkalan Pendaratan Ikan di Sampang Belum Difungsikan
MELINTAS; Kendaraan saat melintas di depan Gapura PPI Camplong (Zainullah - Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA - Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang berada di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur hingga saat ini masih belum difungsikan.

Kepala Dinas Perikanan Sampang, Wahyu Prihartono mengatakan bahwa PPI tersebut sudah diserahkan kepada provinsi sejak tahun 2017. Jadi, dalam pengelolaan sepenuhnya adalah milik pemerintah provinsi.

"Jadi itu semua punyanya provinsi, kita ini hanya mengambil jasa timbangnya saja, ikan apa yang datang nanti timbang kita retribusi daerah yang masuk. Tapi kalau parkir kapal dan sebagainya itu wilayah provinsi semuanya," ucapnya kepada media ini, Senin( 1/3/2021).

Lebih lanjut Wahyu, di dalam PPI ini ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Tempat ini yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Namun, selama PPI belum berfungsi maka TPI juga belum bisa difungsikan.

Baca Juga: Maksimalkan Kinerja, Bupati Sumenep Minta OPD Buat SOP yang Jelas

"Karena TPI ini berada di dalam PPI selain belum bisa difungsikan dan kolam labuhnya juga masih belum bisa didarati kapal besar ini juga nggak akan berfungsi, nanti akan dibutuhkan kerjasama antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi," ungkapnya.

Kata Wahyu, PPI di wilayah Camplong itu akan dijadikan penyangganya Mayangan Probolinggo, karena di daerah tersebut sudah overload. Maka, pemerintah provinsi membutuhkan penyangganya. Dari sekian daerah yang paling pas adalah Camplong.

"Maka PPI Camplong nanti akan digunakan sebagai penyangganya Mayangan nanti ini akan didarati kapal-kapal yang beratnya 100 GT, kalau sekarang ini masih didarati kapal kapal yang beratnya dibawah 10 GT," paparnya.

"Karena ada pendangkalan, ini mau dikeruk atau diperbesar lagi, sehingga kapal-kapal besar nantinya bisa masuk," imbuh dia.

Lebih jauh Wahyu menjabarkan, masterplan untuk itu sudah dibuat oleh provinsi. Rencanya tahun 2020 akan dibangun, namun berhubung dana direfocusing akibat pandemi maka dimundurkan. Bahkan, untuk tahun ini informasinya juga masih ditunda.

"Iya, ini kendalanya kena pandemi rencananya akan dibangun dengan anggaran tahap pertama sebesar 32 miliar, uangnya ditarik lagi untuk COVID," tutupnya. (zn/an/fd)


(*)