Pasang

Lewat KIHT, Pemkab Sumenep Optimis Produksi Rokok Ilegal Berkurang

  • Bagikan
Kepala Disperindag Sumenep, Agus Dwi Saputra, saat memberikan keterangan (Foto: Istimewa)
Kepala Disperindag Sumenep, Agus Dwi Saputra, saat memberikan keterangan (Foto: Istimewa)

SUMENEP, SINERGI MADURAPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur optimis pembangunan gedung kawasan industri hasil tembakau (KIHT) di Kecamatan Guluk-guluk akan mengurangi produksi rokok ilegal.

Sebab, KIHT ini nanti akan berbentuk kawasan khusus yang akan menyatukan usaha rokok lokal di satu tempat.

Pasang

“Tujuan bantuan DBHCHT ini salah satunya memang untuk memberantas rokok ilegal,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Agus Dwi Saputra, Selasa (5/10/2021).

Selain itu, lanjut dia, pembangunan KIHT juga untuk memudahkan pelayanan pengusaha rokok lokal yang ingin mengurus cukai dan produksi rokok supaya aman dan tidak ilegal.

“Di sana nanti ada layanan untuk memproses cukai, kan enak tidak jauh-jauh. Apalagi banyak di daerah itu yang sudah produksi rokok,” ucap Agus.

Baca Juga: Dinkes Sumenep Maksimalkan DBHCHT untuk Pengadaan Obat dan Alat Medis

Agus menambahkan, dipilihnya wilayah Kecamatan Guluk-guluk sebagai tempat pembangunan KIHT karena sudah berdasarkan hasil kajian dan studi kelayakan.

“Ternyata tim konsultan sudah memberikan keputusan di Guluk-guluk lah yang akan dibangun, tempat lain kurang, nilainya kecil,” sebutnya.

Dari studi kelayakan itu, kata Agus, menunjukkan hasil positif. Sebab, syarat ternyata perencanaan pembangunan ini juga masih perlu master plan dan penyusunan detail engineering design (DED).

“Setelah itu, masih akan dilakukan kajian lingkungan. Dan semuanya sudah mantap, tinggal menuju proses lelang pekerjaannya,” tandasnya.

Sekadar informasi, pembangunan gedung KIHT ini dianggarkan Rp10 miliar dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2021. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *