Mahasiswa INSTIKA Asal Ambunten Ini Sukses Jalankan Bisnis di Usia Muda

Mahasiswa INSTIKA Asal Ambunten Ini Sukses Jalankan Bisnis di Usia Muda
OPTIMIS: Zainuddin saat memperhatikan usahanya yang terletak di Jalan Raya Ambunten, Desa Tambaagung Tengah (Hayat Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Apa yang dilakukan seorang mahasiswa asal Desa Tambaagung Tengah, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Jawa Timur ini boleh jadi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa sekelasnya.

Di usianya yang terbilang masih cukup muda, hanya dengan bekal niat dan tekad demi meringankan beban orangtuanya, mahasiswa semester akhir di Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-guluk ini sukses merintis usaha di bidang bisnis jaman kekinian.

"Saya harus mandiri bangun usaha untuk mengurangi beban orang tua bayar biaya saya kuliah," ungkap Zainuddin, saat ditemui di tempat usahanya yang terletak di Jalan Raya Ambunten, Desa Tambaagung Tengah, Minggu (14/2/2021).

Adalah Zainuddin, remaja kelahiran 1998 yang kini masih berstatus sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini terbilang sukses buka usaha isi pulsa, kartu perdana, dan berbagai jenis aksesoris handphone di Counter yang dirintisnya itu. 

Niat tulus demi kebaikan diri dan keluarga yang disertai rasa percaya diri, berani mencoba sambil terus melakukan motivasi diri menjadi pompa kuat semangatnya menatap masa depan.

Namun demikian, ia bercerita bahwa yang namanya membangun usaha dari nol tentu butuh hati yang tabah, luwes melayani pelanggan dan terus membaca peluang demi peluang yang dapat menarik minat pasar.

Itulah barangkali salah satu faktor yang menjadikan namanya kini cukup familiar di kalangan masyarakat Ambunten.

Mengawali Bisnis Jual Beli HP Second di Media Sosial Facebook

Zain, akrab disapa, bercerita, bahwa padamulanya, ketika ia masih duduk di bangku INSTIKA semester pertama, ia awali bisnisnya itu dengan jual beli handphone bekas di jejaring media sosial. Ia jajakan dagangannya di Marketplace Facebook.

Begitu ada yang tertarik dengan dagangan saya, kata dia, ia lalu mengajak pelanggannya itu bertemu di tempat yang disepakati. Nah, di sini ia banyak belajar menata hati untuk tetap selalu sabar dan setia pada pelanggan.

"Kadang kalau sudah ketemu malah ada pelanggan yang nggak jadi beli dan banyak alasan," katanya.

Putra sulung dua bersaudara dari pasutri Abd Rasyad dan Rasyidah ini tak pernah patah semangat walau kadang ia pun harus berangkat lebih awal menuju kampus tempat ia mengenyam pendidikan.

Hal itu ia lakukan semata karena harus bertemu dengan pelanggan handphone dagangannya. Di sini ia mendapatkan pelajaran dan terus berlatih tentang manajemen waktu.

"Butuh perjuangan ekstra, harus pandai membagi waktu antara harus menjalankan bisnis atau menyelesaikan tugas kuliah tepat waktu," ucapnya.

Kendati semua itu diakuinya kadang terasa sulit, ia harus tetap gigih menyiasati waktu yang ia tempuh.

"Semua orang sama punya waktu 24 jam dalam sehari, saya kira saya juga tidak mungkin lebih dari itu," katanya sedikit berkelakar.

"Tapi di sinilah saya harus pintar-pintar bagi waktu agar kewajiban menuntut ilmu yang kujalani sambil berbisnis tetap berjalan seimbang," imbuhnya penuh semangat.

Memutuskan untuk Membuka Counter dan Aksesoris HP

Zain mulai menekuni bisnis di bidang counter dan aksesoris handphone sekitar akhir tahun 2019 lalu dengan modal seadanya, "hasil dari tabungan pribadi," ujarnya. 

Bagi dia, usia muda bukanlah waktu yang tepat untuk bersenang-senang dan bermain, apalagi hanya sekadar menghabiskan harta orang tua. Meskipun diakuinya, menjadi pengusaha di usia muda bukanlah perkara mudah.

Menurutnya, membangun bisnis di usia muda butuh kegigihan dan pengorbanan demi masa depan yang cerah.

Orang yang berjiwa pengusaha, kata dia, harus mampu melihat peluang bisnis yang prospek dan progres sesuai kebutuhan masyarakat. "Harus bisa membaca pasar, peka terhadap peluang, update informasi apa yang sekiranya menguntungkan untuk diterapkan," jelasnya.

Setelah dipertimbangkan secara matang, setelah bermusyawarah cukup panjang bersama kedua orang tua dan beberapa teman, lanjut Zain, akhirnya ia memutuskan untuk buka Counter sendiri.

Walaupun, akunya, tantangan yang harus ia hadapi lebih berat karena butuh modal yang lebih besar. Tantangan itu ia lalui dengan kerja keras, yakni dengan tetap jualan handphone second semaksimal mungkin hingga akhirnya ia berhasil membuka counter sendiri dan, berkembanglah seperti yang sedang ia jalani saat ini.

"Saya berfikir bisnis saya harus berkembang dan harus buka counter sendiri, apapun resikonya," katanya.

Sambil Jalankan Bisnis, Tahun Ini Target Sudah Harus Wisuda

Bagi Zain, hidup adalah berjuang mengalahkan waktu, mengalahkan diri sendiri, berusaha semaksimal mungkin memaknai usia yang dimiliki dengan sikap teguh penuh kemandirian. 

Begitupun syarat sukses menjalankan usaha, papar dia, adalah harus dengan pelayanan yang baik dan berusaha sebisa mungkin 'bikin' senang pelanggan. Selain itu, sambung Zain, syarat lain yang tak kalah penting dari itu adalah bahwa kualitas barang yang tak boleh sekali-kali membuat pelanggan kecewa.

Tak ayal, dari usahanya itu, Zainuddin kini bahkan sudah mampu meraup keuntungan jutaan rupiah dalam setiap bulannya.

"Alhamdulillah berkat dukungan dan restu dari orang tua, usaha saya berkembang dan bisa bayar kuliah sendiri. Sebentar lagi sudah mau wisuda," katanya.

Jadi, lanjut Zain sebelum lalu menutup pembicaran, di tengah kesibukan melayani pelanggan yang hilir mudik dan datang silih berganti, dirinya kini harus lebih ekstra putar otak; harus lebih efektif lagi mengatur waktu yang dimiliki.

"Tahun ini saya sudah harus wisuda. Maka tugas akhir kuliah, apapun alasannya, skripsi harus segera rampung," ucapnya optimis. (yt/md/fd)


(*)