Pasang

Mainan Ini Ternyata Kenangan Masa Kecil Anak-anak Madura

  • Bagikan
Mainan Ini Ternyata Kenangan Masa Kecil Anak-anak Madura
Ilustrasi mainan boneka pengantin (Foto: tempo.co)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Masyarakat Madura memiliki banyak kenangan yang mungkin tak pernah bisa dilupakan semasa masih kecil dulu. Salah satunya adalah permainan tradisional Tan-Pangantanan.

Pada jaman dulu, anak-anak kecil di Madura sangat gemar dengan mainan tradisional. Karena pada masa itu belum ada gadget. Berbeda dengan sekarang. Banyak anak kecil yang hanya menghabiskan waktu bermain dengan gadget

Pasang

Permainan tradisional Tan-Pangantanan dapat dijumpai di beberapa daerah di Madura. Dalam istilah Bahasa Indonesia, mainan tradisional ini adalah permainan mantenan.

Dalam permainan tradisional tersebut, anak-anak kecil di Madura bermain peran sebagai manten layaknya orang sedang penganten saat menikah.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh tiga orang anak atau lebih. Dua orang biasanya dirias bak penganten sungguhan tapi hanya menggunakan bahan seadanya ala anak kecil.

Pakaian yang digunakan biasanya terdiri dari kain panjang yang dililitkan ke tubuh kemudian kepala dihias dengan mahkota yang terbuat dari daun nangka.

Baca Juga: Nasi Kacang, Makanan Sederhana Warga Sumenep Madura

Anak yang dirias terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Usai dirias, keduanya didudukkan beriringan di tempat yang menurut anak kecil sebagai panggung pengantin.

Sebagian anak-anak yang lain ada yang memperagakan sebagai orang tua dari kedua pengantin ada juga sebagai tamu undangan.

Selanjutnya oleh teman-temannya yang lain pasangan Tan-Pangantanan tersebut diarak ke rumah-rumah tetangga.

Kemudian menaburi bunga di atas kepala anak yang sedang pengantin. Bunga bisa diganti dengan dedaunan yang disobek-sobek hingga berukuran kecil.

Setelah tabur bunga selesai dilakukan, maka proses permainan tan-pangantanan pun dinyatakan selesai oleh mereka.

Permainan tradisional tan-pangantanan saat ini sudah jarang sekali dimainkan oleh anak-anak. Biasanya kita hanya melihat anak-anak dirias seperti pengantin ketika dalam momen tertentu seperti karnaval haflatul imtihan, karnaval hari kemerdekaan, sebagian anak dirias menyerupai pengantin.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *