Pasang

Makna Filosofis Baju Sakera, Pakaian Khas Pria Madura

  • Bagikan
Makna-Filosofis-Baju-Sakera,-Pakaian-Khas-Pria-Madura
Dua anak kecil saat mengenakan pakaian adat Madura (Dok. Sinergi Madura)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Daerah Madura, Jawa Timur tidak hanya dikenal berbagai macam kulinernya yang unik dan enak. Namun, Pulau Garam juga memiliki pakaian khas adat yang bernama ‘baju sakera‘.

Baju Sakera merupakan baju berwarna hitam longgar atau Pesa’an kombinasi kaos merah putih dan celana hitam longgar atau Gomboran yang dikenakan oleh seorang pria di Madura.

Pasang

Dikutip dari berbagai sumber, pakaian adat ini memiliki makna filosofis, yaitu warna hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerang. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa rakyat Madura adalah pekerja keras.

Sedangkan, bajunya yang serba longgar melambangkan kebebasan dan keterbukaan masyarakat Madura. Di sisi lain, bentuk pakaian yang sederhana menggambarkan kesederhanaan.

Baca Juga: Inilah 4 Jenis Pakaian Adat Wanita Madura

Kaus motif garis merah putih menempatkan sikap tegas dan semangat juang yang tinggi masyarakat pulau Madura dalam menghadapi berbagai hal.

Baju khas ini biasanya dilengkapi dengan odheng atau ikat kepala kain. Ujung simpul di atas odheng tersebut berbentuk huruf alif, ini menunjukkan ketaatan orang Madura kepada Tuhan sebagai pemeluk Islam.

Adapun Baju Sakera diambil dari nama pejuang kelahiran Madura yang bernama Sakera (Pak Sakera). Ia merupakan pejuang yang melawan ketidak adilan penjajahan Belanda sebagai pekerja perkebunan tebu pada awal abad ke-19 di Bangil dan Pasuruan, Jawa Timur.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *