Pasang

Makna Odheng Bagi Kehidupan Masyarakat Madura

  • Bagikan
Makna-Odheng-Bagi-Kehidupan-Masyarakat-Madura
Gambar Odheng Madura (Foto: batikmaduracenter)

BUDAYA, SINERGI MADURAOdheng merupakan ikat kepala bagi kaum laki-laki di Madura yang terbuat dari bahan kain berbentuk lingkaran yang pas dengan ukuran kepala si pemakai.

Odheng menjadi aksesoris atau pelengkap dari pakaian adat Madura yang disebut Pesa’an. Terlihat kurang gagah perkasa bila seorang laki-laki Madura memakai baju Pesa’an tanpa Odheng di kepala.

Pasang

Oleh masyarakat Madura, Odheng memiliki arti simbolis yang cukup kompleks, baik segi ukuran, motif dan cara memakainya pun tidak sembarangan.

Odheng memiliki beberapa macam motif, mulai dari motif Odheng bangsawan, tongkonan, dan rakyat. Bahan kain dari masing-masing motif berbeda. Seperti kain ‘Batik Setorjo’ dengan khas warna merah pekat. Bahan kainnya pun terbuat dari kain tertentu.

Bentuk cara memakainya pun juga menunjukkan derajat kebangsawanan seseorang. Kelopak Odheng semakin tegak menunjukkan semakin tinggi derajat kebangsawanan. Semakin miring kelopaknya, menunjukkan derajat kebangsawanan semakin rendah.

Odheng bangsawan ketika dipakai akan menutupi kepala. Terdapat bentuk-bentuk siku tertentu pada odheng ini. Pada sisi sebelah kanan lipatan odheng lebih tinggi dibanding sebelah kiri.

Baca Juga: Berikut 6 Jenis Pakaian Khas Pria Madura

Tingginya lipatan odheng di sebelah kanan disebut ‘gunungan’. Artinya pemakai odheng memiliki derajat yang lebih tinggi dari orang lain.

Odheng dengan model seperti ini biasanya dipesan dan dipakai pejabat birokrasi pemerintahan atau dari kalangan tertentu seperti tokoh masyarakat atau tokoh yang memiliki pengaruh.

Pada bagian sisi belakang Odheng ini ada siku kecil layaknya bulu ayam. Filosofinya, bila posisi siku berdiri tegak maka dipakai untuk anak usia 25 tahun ke bawah. Namun ketika siku melengkung dan menunduk dipakai untuk usia 25 tahun ke atas.

Sementara siku kecil pada bagian de depan odheng yang mencolok ke bawah, menandakan bahwa orang harus selalu rendah hati.

Berikutnya odheng rakyat. Odheng ini sedikit berbeda dengan odheng bangsawan. Perbedaannya bila odheng rakyat ini ini hanya lipatan kain tanpa ada penutup kepala.

Pada odheng rakyat ini terdapat dua siku odheng yang disebut ‘Totkala’ yang memiliki arti buntut kala jengking, kelopak odheng yang mencolok ke bawah layaknya odheng bangsawan.

Makna dari filosofi Totkala ialah meski kecil derajatnya tapi tidak bisa diremehkan. Ia bisa memiliki pengaruh besar. Cara memakainya berbeda dibanding odheng bangsawan. Kelopak kecil mencolok harus berada di posisi kiri.

Kelopak kecil bisa dipakai berbalik. Namun, tetap ada aturannya. Usia 25 tahun ke bawah, siku posisi odheng ini harus berada di atas berdiri tegak. Umur 25 tahun ke atas, siku ini harus berada di bawah. Artinya rendah diri.

 

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *