Pasang

Menengok ‘Gula Merah’, Produk Asli Sumenep Madura

  • Bagikan
Menengok 'Gula Merah', Produk Asli Sumenep Madura
Gula Merah dari air nira pohon siwalan (Istimewa)

KULINER, SINERGI MADURA – Setiap daerah pasti memiliki ragam kuliner bermacam-macam.

Seiring berkembangnya zaman, para penikmat kuliner ini sudah mudah mencari tahu daerah mana saja yang biasa dikenal dengan kulinernya. Seperti produk kuliner ‘Gula Merah‘ khas Kabupaten Sumenep, Madura.

Pasang

Biasanya, orang Sumenep menyebut Gula Merah dengan nama ‘Gula Tarebung’. Sebab, proses pengolahan gula ini berawal dari air nira yang ada di pohon Siwalan (Tarebung).

Sebutan lain dari Gula Merah ini adalah gula aren. Biasanya, paling banyak yang memproduksi khusus daerah Sumenep adalah Kecamatan Pragaan.

Gula yang tergolong cukup langka ini tidak mudah didapatkan kecuali di tempat tertentu, bahkan tidak mudah untuk diproduksi. Selain hanya musiman bisa diambil, teknik mengolah air siwalan hingga menjadi gula merah cukup menyita waktu.

Baca Juga: Jajanan Khas Madura yang Banyak Dijual di Pasar Tradisional

Kendati demikian, tidak banyak orang yang tahu jika proses pembuatan gula merah sebenarnya tidak mudah. Sebab untuk mendapatkan air nira dari pohon siwalan ini, pelaku usaha kecil harus memanjat pohon siwalan terlebih dalu.

Selanjutnya, mengupas nira (Manyang) dan memerasnya dengan alat tradisional, kemudian menunggu kurang lebih setengah hari untuk mendapatkan air nira yang maksimal.

Setalah didapatkan, untuk bisa menjadi Gula Aren, air nira harus dimasak (direbus) hingga warnanya berubah kecokelatan dan mengental. Hal ini akan memakan waktu kurang lebih 4-6 jam. Dalam proses ini harus dilakukan pengadukan secara terus menerus agar gula merah mengental secara merata.

Konon, bagi masyarakat Madura sendiri Gula Merah atau ‘Gula Tarebung’ hanya dijadikan sebagai bahan pemanis untuk makanan atau minuman tertentu saja, seperti Poka’.

Akan tetapi di era modern seperti sekarang sudah mulai banyak disajikan dicampur minuman sebagai pemanis saja. Atau bahkan dijadikan bahan campuran untuk kemasan produk lain seperti kecap.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *