Pasang

Menengok Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Madura

  • Bagikan
Menengok Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Madura
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW (Foto: [email protected])

BUDAYA, SINERGI MADURA – Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) yang diselenggarakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Hijriyah, menjadi momentum bagi umat Islam untuk menyukuri dengan berbagai cara unik di setiap daerah. Tak terkecuali bagi masyarakat di Pulau Madura.

Di Madura misalnya, sebagian besar masyarakatnya menganut agama Islam, momen maulid tersebut dijadikan ajang silaturrahmi antar warga dengan berkeliling berpindah dari rumah ke rumah.

Pasang

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad oleh warga Madura digelar di kediamannya masing-masing dengan cara mengundang kerabat sekitar. Sebab, warga menganggap hal itu adalah momentum sakral yang hanya dilakukan setahun sekali.

Perayaan Maulid Nabi di daerah yang berjuluk Pulau Garam ini tidak hanya dilakukan di masjid atau musala dan lembaga keagamaan. Namun, hampir di setiap rumah mengadakan maulidan sebagai wujud syukur atas lahirnya baginda Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: 5 Wisata Religi di Madura yang Wajib Anda Kunjungi

Sehingga, biasanya pada bulan maulid seperti ini, orang Madura akan sibuk dengan silaturrahim, dalam rangka menghadiri undangan yang bagi orang Madura sendiri disebut ‘Konjangan Molod’. Molod versi Madura diartikan sebagai maulid.

Sementara substansi perayaan ini menurut jumhur ulama dan kiai NU di Madura, merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Mereka tidak hanya berkeliling dari rumah ke rumah. Namun juga melantunkan salawat nabi, dipandu tokoh agama sekitar di setiap rumah yang mereka singgahi.

Soal hidangan, sudah menjadi tradisi setiap rumah menyediakan aneka makanan yang sudah dibungkus atau yang disebut dengan Berkat. Usai pembacaan salawat secara serentak warga mengambil berkat yang disediakan tuan rumah.

Pada umumnya di Madura, peringatan maulid nabi ini dikemas dengan pengajian atau ceramah keagamaan. Di mana acara tersebut digelar di atas panggung dengan mengundang penceramah untuk menyampaikan tausiah.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *