Pasang

Mengenal 3 Permainan Tradisional Madura yang Hampir Punah

  • Bagikan
Mengenal 3 Permainan Tradisional Madura yang Hampir Punah
Ilustrasi anak-anak sedang bermain (Foto: casova.net)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Pulau Madura memiliki penduduk yang bisa dibilang kreatif dan memiliki jiwa seni tinggi. Bagaimana tidak, pulau yang masuk pada wilayah Jawa Timur ini ternyata memiliki permainan tradisional yang cukup unik dan menarik.

Seperti pada daerah-daerah lain di Indonesia, permainan tradisional Madura memiliki ciri khas yang berbeda dan pasti tak kalah seru, Loh.

Pasang

Pada sekitar tahun 90-an hingga awal 2000-an, anak-anak desa di Madura sangat gemar dengan permainan tradisional. Mereka tampak asyik bermain dan menikmati momen seru bersama teman sebaya.

Kebersamaan mereka sangat tampak dan kelak pasti menjadi kenangan tak terlupakan. Mengingat itu, mimin kok jadi ingin balik lagi ke masa-masa kecil dulu ya. Ah, itu sudah tidak mungkin.

Namun sayang, anak-anak masa sekarang sudah tidak lagi tertarik dengan permainan tradisional yang menyebabkan mainan itu nyaris punah seiring perkembangan zaman.

Banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut, salah satunya anak-anak sekarang lebih menggandrungi permainan modern seperti permainan digital video game atau game online melalui gadget.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 3 permainan tradisional Madura yang nyaris punah dan tak lagi menjadi primadona bagi anak-anak masa sekarang.

Baca Juga: Petik Laut dan Cerita Rakyat Madura

1. Robuk

Permainan ini membutuhkan banyak orang. Semakin banyak yang bermain maka semakin seru. Permainan ini menggunakan alat peraga terbuat dari buntelan kresek yang digulung hingga akhirnya berbentuk bulat.

Permainan ini membutuhkan dua garis yakni garis start dan finish dan sekitar 5-10 meter. Selah satu dari pemain akan menunggu bola dilempar oleh para pemain lain.

Setelah bola dilempar, para pemain akan berlarian untuk segara mencapai garis finish. Agar bisa kembali lagi ke garis start, tubuh pemain tidak boleh terkena lemparan bola. Bila bola mengenai tubuh pemain, maka ia dianggap gagal.

2. Rotek

Permainan ini biasa dilakukan dua orang pemain secara bergantian. Benda yang dibutuhkan berupa batu kecil jumlahnya bervariasi, bisa 10 dan 15. Mereka juga membutuhkan garis lingkaran sebagai tanda arena permainan.

3. Tengbentengan

Permainan dilakukan 2 kelompok beranggotakan setidaknya 3 orang bahkan lebih. Mereka akan beradu akan mencari celah agar bisa menginjak benteng lawan, bila berhasil maka lawan akan dikejar untuk disentuh lalu yang berhasil disentuh akan dikarantina. Saat karantina, anggota lain akan berusah menolong untuk mengeluarkan dari tempat karantina dengan cara disentuh.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *