Pasang

Mengenal Jurnalis Arya Wiraraja (Part I)

  • Bagikan
Mengenal Jurnalis Arya Wiraraja (Part I)
Foto: Istimewa

Belakangan ini, mungkin publik dikagetkan dengan nama komunitas baru, “Jurnalis Arya Wiraraja“. Banyak yang bertanya komunitas yang mengambil nama “Arya Wiraraja” ini tiba-tiba muncul di Kabupaten Sumenep tanpa ada tanda-tanda. Apakah ini organisasi atau hanya sekadar salah satu perkumpulan para jurnalis, atau bahkan mungkin ada yang bertanya, siapa di belakang mereka?

Sejatinya, sikap skeptis demikian, memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan para kuli tinta. Sebab, hanya dengan skeptis berita akan memiliki ruh dan mudah diterima oleh publik.

Pasang

Seminim pengetahuan saya, organisasi kewartawanan di Kabupaten Sumenep terdapat berbagai macam, mulai dari tingkat lokal hingga Nasional. Seperti, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO). Tiga organisasi ini, sependek yang saya tahu merupakan organisasi kewartawanan yang tingkatnya Nasional.

Sedangkan organisasi seperti Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS) dan Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) merupakan organisasi kewartawanan tingkat lokal. Artinya, di daerah atau wilayah lain di luar Sumenep, organisasi ini kemungkinan besar tidak ada.

Pertanyaannya kemudian, “Jurnalis Arya Wiraraja” masuk pada kategori yang mana? Nasional atau lokal?

Jurnalis Arya Wiraraja tidak masuk pada kategori keduanya, mereka bukanlah sebuah organisasi atau asosiasi. Kuli tinta yang tergabung dalam Jurnalis Arya Wiraraja masih bisa bergabung dengan organisasi apa pun yang disebutkan di atas.

Sebab, “Jurnalis Arya Wiraraja” hanyalah sebuah perkumpulan para kuli tinta yang tidak memiliki legal standing jelas, mereka terbentuk tiba-tiba, tak punya AD/ART dan tak punya susunan kepengurusan. Sederhananya, di komunitas ini, hanyalah tongkrongan berbenah diri dalam menulis sambil melepas penat dengan secangkir kopi di setiap sudut trotoar.

Jadi jangan khawatir, bagi jurnalis muda yang suka diskusi dan sharing pengalaman dalam dunia tulis menulis bisa join di sini. Jika sudah matang, silakan bergabung dengan organisasi yang sudah diakui oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Sedikit bercerita, mulanya, komunitas ini dibentuk dari hasil sebuah diskusi-diskusi kecil di warung kopi yang kemudian timbullah inisiatif untuk membuat wadah perkumpulan bagi para jurnalis yang belum bergabung di organisasi kewartawanan.

Dari hasil diskusi kecil inilah kemudian muncul nama Jurnalis Arya Wiraraja. Diketahui, Arya Wiraraja menjadi skenario penting dalam sejarah Sumenep, mulai dari cerita keraton, raja, panglima, dan peran penting pada masa lampau. Sebab musabab sejarah itulah, kata Arya Wiraraja dirasa tepat digunakan. Mengingat, nama itu memiliki ikon keras, bijaksana, pemimpin, dan menjadi pemeran utama (penting).

“ARYA WIRARAJA”. Sementara kata ini, lebih mendominasi kepada salah satu peradaban sejarah kehidupan yang diukir oleh lakon-lakon cerita rakyat. Di daerah kami, Kabupaten Sumenep, Pulau Garam, Madura, nama Arya Wiraraja sangat tak asing. Bahkan, telah membimbing dengan cerita rakyat dan sejarah panjangnya.

Lalu, mengapa Jurnalis Arya Wiraraja harus lahir? Apa tujuannya?

Kebanyakan, yang terkumpul dalam Jurnalis Arya Wiraraja adalah sosok jurnalis muda (pemula). Mereka lebih suka nongkrong dan ngopi sambil diskusi, mencerna persoalan berita dengan data. Para Jurnalis muda ini kemudian berfikir bagaimana mereka belajar tentang Jurnalisme Data dan memahami lebih dalam intisari menjadi seorang jurnalis sejati.

Intinya, hadirnya komunitas ini adalah sebagai wadah perkumpulan beberapa jurnalis muda yang berdomisili di Kabupaten Sumenep dan mempunyai integritas tinggi, berjiwa skeptis dan mampu menyajikan berita akurat, aktual dan terpercaya.

Jika kemudian publik menilai dan kaget dengan hadirnya “Jurnalis Arya Wiraraja“, tentu merupakan hal yang wajar. Wadah tersebut lahir memiliki tujuan. Selain ingin menjadikan seorang jurnalis yang berkarakter, juga tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Lebih-lebih mengoreksi berita dan tulisan yang telah dimuat.

Perkenalan perdana, Jurnalis Arya Wiraraja adalah sewaktu menggandeng KPU Sumenep menggelar “Sosialisasi Teknis Bagi Pemilih di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2020” pada Jumat (04/12) lalu.

Ada yang bertanya, apakah Jurnalis Arya Wiraraja tidak diakui oleh pemerintah Kabupaten Sumenep?

Saya tak punya otoritas untuk menjawab itu, yang jelas Bupati Sumenep, KH Abuya Busyro Karim dan Sekertaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasiyadi telah mengetahui tentang adanya komunitas ini. Bahkan beberapa hari yang lalu, perwakilan dari anggota “Jurnalis Arya Wiraraja” telah menghadap dan menawarkan sebuah kegiatan yang bakal digelar di luar kota. Tawaran itu oleh orang nomer 1 di Sumenep diapresiasi bahkan didukung penuh.

Artinya, meski bukan organisasi resmi, namun hadirnya komunitas yang terbentuk dari hasil diskusi kecil di warung kopi ini mendapat respon dan dan anggapan yang baik dari Pemkab Sumenep. Wallahua’lam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *