Pasang

Mengenal Kue Dodol dan Kucur, Jajanan Istimewa Pernikahan Orang Madura

  • Bagikan
Mengenal Kue Dodol dan Kucur, Jajanan Istimewa Pernikahan Orang Madura
Kue Cucur (Foto: resepenyak.com)

KULINER, SINERGI MADURA – Salah satu unsur penting dalam tradisi pernikahan orang Madura, Jawa Timur yang tidak boleh dilewatkan adalah ketersediaan aneka ragam jajan atau kue.

Dua jajanan yang menjadi simbol istimewa pada hari pernikahan masyarakat Pulau Madura adalah Dhudhul (dodol) dan Kocor (kucur).

Pasang

Dahulu kala, jajanan tersebut memegang peranan besar dalam setiap upacara pernikahan bagi seluruh kalangan masyarakat Pulau Garam, terutama di Kabupaten Sumenep.

Bukan tanpa alasan, seorang peneliti Massimo Montanari, dalam karyanya ‘Food is Culture (2004)’ menyebutkan, bahwa penggunaan makanan menjadi sebuah simbol relasi manusia dengan budayanya.

Maka dengan itu pula, dhudhul dan kocor menjadi sebuah objek yang melambangkan beberapa nilai filosofis sebagai hasil dari perkembangan peradaban masyarakat Madura.

Baca Juga: Menengok ‘Gula Merah’, Produk Asli Sumenep Madura

Selain itu, makanan dapat memegang peranan sebagai perekat sosial dan memunculkan hubungan emosional, khususnya di antara orang-orang yang berjibaku seputar makanan tertentu.

Tak ayal, jika pada akhirnya, Dhudhul dan Kocor di Madura mengalami perubahan fungsi, dari sekadar makanan biasa menjadi simbol sakral sebuah peristiwa adat, seperti halnya pernikahan.

Dilihat dari proses pembuatannya, untuk mengolah Dhudhul dan Kocor memerlukan kerja sama dari sejumlah orang, sehingga terbentuk jajanan yang bercita rasa manis dan lezat.

Dengan demikian, jajanan Dhudhul dan Kocor menjadi simbol yang mengeratkan keguyuban dan rasa sepenanggungan, terlebih bagi kedua pengantin yang kelak akan menjalani kehidupan bersama dalam sebuah hubungan rumah tangga.

Kedua jajanan khas ini juga memiliki nilai sejarah, apa saja itu? (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *