Pasang

Mengenal Pantun Madura Zaman Kuno yang Penuh Nasihat

  • Bagikan
Mengenal Pantun Madura Zaman Kuno yang Penuh Nasihat
Ilustrasi kidung pantun Madura (SC/YT: Fadoil Ahmad)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Indonesia dikenal memiliki ragam budaya dan bahasa yang menarik untuk dipelajari, seperti halnya bahasa Madura.

Bahasa daerah di Pulau Garam yang paling menarik untuk dipelajari, yaitu pantun Madura.

Pasang

Sesuai dengan namanya, pantun ini ciri khas pertamanya adalah menggunakan bahasa khas Madura yang lucu dan unik.

Pantun Madura juga dikenal dengan sebutan paparegan atau puisi pendek yang memuat sampiran, lebih mudahnya disebut karya pantun.

Namun jika dikidungkan, paparegan atau pantun Madura disebut kejung. Karena ekakejung berarti dikidungkan.

Seni Kejung dengan metode paparegan ini biasanya sering dijumpai pada pertunjukan ajing atau semacam kesenian ludruk dan tayub khas Madura.

Rima dalam pantun Madura atau paparegan ini mendapat perhatian yang cukup dalam dalam membuat sebuah pantun dan tidak boleh asal-asalan.

Sangat menjaga keindahan bagi pendengarnya agar terdengar menarik dan tidak bosan untuk mendengarkannya.

Sebab, paparengan atau pantun Madura ini pada pemakaiannya tidak dalam sastra tulis melainkan sastra untuk dilagukan.

Baca Juga: 15 Pantun Bahasa Madura Lucu, Nomor 7 Bikin Ngakak

Sampiran dalam pantun Madura hampir sama dengan pantun pada umumnya, dua baris pertama dalam setiap baitnya disebut sebagai sampiran. Meski sebenarnya sampiran ini tidak memuat isi maksud yang bermakna.

Namun, yang harus diperhatikan dengan baik adalah aspek bunyi, agar tetap terjaga keindahan dan seakan-akan berkesinambungan antara estetika sampiran dengan isi pantun atau paparegan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut berbagai pantun Madura atau Paparegan zaman kuno yang memiliki arti penuh nasihat.

Taon sanga’ ballu’ sabharang larang
Jha’ minta’an kakanan nyaman
Tembang ngakan ollena otang
Ngakan rap orap poko’na kenyang

Bada odang nongko’ ka labang
Bada olar ngakan peji
Pabajheng dhika nyare obang
Lamon kellar onggha hajji

Ajar elmo dunnya
Ka’ dinto sangona odi’
Dineng elmo aghama
Menangka sangona pagi’

Kan’ rowa ajuwal korran
Pas tatemmo ban reng ajamo
Ba’na kabbi ta’ olle a pacaran
Lebbi bhagus nyare elmo

Sapa rowa andi’ tarnya’
Mano’ poter bulu potena
Sapa rowa andi’ ana’
Sela penter bhagus atena

Temon panda’ lebbha’ buwana
Melle sikat ajja’ palaen
Lamon dhika bannya’ dunnyana
Ngereng azakat ka paker mesken

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *