Pasang

Mengenal Penggunaan Paparegan dan Contohnya dalam Bahasa Madura

  • Bagikan
Mengenal Penggunaan Paparegan dan Contohnya dalam Bahasa Madura
Topeng dalang Madura (Foto: metrum.co.id)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Kehadiran paparegan masih sering ditampilkan dalam beberapa acara atau kegiatan di Madura, misalnya, dalam seni ketoprak ludruk, seni tayub, seni topeng dan berbagai kesenian lainnya.

Paparegan diperlukan bukan hanya sekadar menambah variasi pertunjukan, melainkan juga sebagai salah satu penunjang keberhasilan pementasan.

Pasang

Seperti dalam seni tayub Madura saat dilangsungkan acara pernikahan, biasanya didatangkan seorang tanda’ atau sinden untuk menghibur para undangan, kadang tamu laki-laki menari bersamanya.

Tanda’ biasanya akan menyanyikan paparegan yang terkadang sambil bergayung sambut dengan najaga atau gamelan. Tidak jarang juga tamu undangan ikut menyanyikan paparegan tersebut sambil sindir menyindir dengan tanda’.

Paparegan yang biasa digunakan dalam kesenian tayub adalah paparegan tentang cinta. Suasana akan semakin seru dan menarik saat balas-membalas paparegan.

Paparegan merupakan puisi pendek yang memuat sampiran, atau umumnya lebih dikenal sebagai karya pantun berbahasa Madura.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut macam-macam penggunaan paparegan dalam bahasa Madura berserta contohnya:

Baca Juga: 10 Pantun Madura Penuh Nasehat Baik

1. Paparengan dari pengalaman

Paparegan madura ada yang dibangun atau dibuat dari pengalaman yang sebenarnya sederhana, namun pengarang mampu menyajikannya dalam bentuk paparegan menyentuh dan menginspirasi bagi pendengarnya. Berikut contohnya.

Galudhuk money teeter
Moga nangka lecangana
kejjudan mata se kacer
Moga dika rasanana

2. Paparegan tentang akhlak

Paparengan atau pantun Madura juga ada yang merefleksikan tentang sikap hidup dan akhlak yang mulia dari seseorang seperti di bawah ini:

Namen magi’ tombu sakan
Tabing kerrep bannya’ kalana
Pong-pong ghi’ odi’ madda pa rokon
Ma’le salamat pola tengkana

3. Paparegan tentang sindiran

Ada juga paparegan atau pantun Madura yang berisi tentang sindiran pedas atau sindiran halus yang bertujuan untum mengingatkan seseorang supaya melakukan hal yang baik dan menghindari perbuatan yang tidak disukai masyarakat, berikut contohnya:

Ngacelleng bigina duwa’
Nompa’ jaran labu napang
Ja’ neng senneng bine dhuwe’
Panas barang raja otang

Selain contoh di atas, masih banyak lagi Paparegan Madura yang menarik dan lucu lainnya. Mari lestarikan budaya bangsa, cintai Tanah Air kita, dan jangan lupa berpantun ya!

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *