Pasang

Mengenal Ragam Pencak Silat di Madura

  • Bagikan
Mengenal Ragam Pencak Silat di Madura
Seorang laki-laki dan perempuan sedang peragakan seni pencak silat (Foto: celebrities.id/ilustrasi)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Mengenal dan mencari tahu tentang kisah, sejarah dan budaya Pulau Madura tidak akan pernah membosankan. Pulau Madura memiliki banyak segudang warisan tradisi yang sebagian besar masih tetap lestari.

Semakin banyak Anda tahu tentang Madura, semakin banyak pula hal yang sebenarnya masih belum Anda ketahui. Madura tidak hanya terkenal dengan Kerapan Sapi, kuliner, dan destinasi wisatanya.

Pasang

Madura juga memiliki aliran tradisi seni bela diri pencak silat tradisional yang khas seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Seni pencak silat tradisional khas Madura ini memperhatikan seni keindahan gerakan dalam setiap jurusnya.

Dilansir dari berbagai sumber, ternyata Madura memiliki dua perguruan seni pencak silat tradisional yang cukup terkenal. Dua perguruan pencak silat ini memiliki sejarah dan ciri khas berbeda.

Baca Juga: 7 Jenis Jajanan Pertunangan yang Istimewa di Pulau Madura

Yuk simak dua pencak silat tradisional yang dimiliki Madura:

1. Pencak Silat Pamur

Pencak Silat Pamur ini didirikan oleh Raden Hasan Habudin pada 31 Desember 1951. Pencak silat tradisional ini tumbuh dan berkembang pertama kali di Kabupaten Pamekasan, Madura.

Gerakan Pencak Silat Pamur ini merupakan gabungan dari beberapa gerakan perguruan silat di Indonesia. Diceritakan bahwa, Raden Hasan Habudin sebelum memutuskan mendirikan perguruan seni bela diri tersebut melanglang buana ke sekitar 32 padepokan silat.

Ciri khas lain pada Pencak Silat Pamur adalah menggabungkan antara materi, praktik, dan ilham. Para murid dari perguruan ini lebih digodok tentang ilmu-ilmu kebatinan. Sehingga unsur Ilham lebih dominan dibandingkan yang lain.

Para murid di perguruan ini biasanya diberi amalan-amalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar mendapat ilham lebih mudah.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Rokat Tase’ di Pesisir Madura

2. Jokotole

Nama perguruan seni pencak silat ini diambil dari nama tokoh Madura yang cukup kesohor dan namanya sangat familiar di telinga masyarakat Madura.

Dia adalah Joko Tole putra dari Potre Koneng. Pendiri perguruan ini bernama Suhaimi. Pada mulanya, perguruan ini bernama Sumber Gaya yang dirintis oleh Moh. Halil tepatnya di Kecamatan Kamal Bangkalan, Madura.

Sementara Suhaimi merupakan sisa sisa murid dari Sumber Gaya setelah kepemimpinan perguruan Sumebr Gaya di lanjutkan oleh H. Musthafa.

Sekitar pada tahun 1975 dan 1976, Suhaimi didapuk menjadi juara dalam kejuaraan silat nasional yang diselenggarakan IPSI. Pada masa itu eksistensi Sumber Gaya mulai terancam hilang dari dunia persilatan sebab siswa-siswanya banyak yang tidak aktif dan sulit bertahan.

Kala itu, setelah meraih kemenangan dalam ajang lomba silat, Suhaimi kemudian memutuskan mengganti perguruan Sumber Gaya menjadi lebih khas Madura, yakni Jokotole.

Gerakan dari perguruan silat Jokotole ini cenderung cepat dan agak keras. Keindahan gerak seni di dalamnya nyaris tak terlihat. Gerakan semacam itu disebut pas sebagai gambaran karakter Masyarakat Madura yang cenderung relatif keras. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *