Mengenal Rujak Lontong 'Kor Kellar Ngantos' di Batuputih

Mengenal Rujak Lontong 'Kor Kellar Ngantos' di Batuputih
LEGENDARIS: Aminah saat melayani pembeli di kedainya yang beralamat di jalan raya Batuputih (Ubay Shabaro - Sinergi Sumenep)

KULINER, SINERGI MADURA - Rujak Lontong adalah salah satu makanan favorit di Kabupaten Sumenep. Kudapan satu ini bisa ditemui di berbagai daerah di kabupaten berlambang kuda terbang.

Namun seiring perkembangan dunia kuliner Nusantara, makanan berbahan lontong ini mulai dapat dijumpai dalam dua jenis sajian. Ada yang berkuah cair dan ada yang kental.

Di Kecamatan Batuputih, rujak lontong biasa ditemui dengan sajian berkuah kacang cair. Kedai rujak Lontong yang legendaris berada di Desa Batuputih Laok, di jalan raya Batuputih, tepatnya di sebelah timur Puskesmas Batuputih, sekitar 100 meter. Kedai ini buka setiap malam dari pukul 20.00 WIB.

Kedai yang satu ini mempunyai tagline yang unik, 'Kor Kellar Ngantos' alias harus sabar menunggu. Iya, bagi Anda yang ingin menikmati sajian rujak di kedai ini harus ekstra sabar memang. Sebab, bisa saja Anda harus menunggu sampai satu jam, jika di kedai ini sedang ramai pembeli.

Namun, lamanya menunggu akan terobati setelah menikmati lezatnya rujak lontong legendaris ini. Sajian rujak di kedai ini adalah berbentuk potongan lontong yang dikasi toge rebus serta irisan mentimun yang disiram dengan kuah kacang dan diulek dengan galendo (ampas minyak kelapa).

Baca Juga: Nasi Serpang, Kuliner Kaya Lauk Khas Bangkalan

Nyai Aminah pemilik kedai mengatakan, dirinya sudah puluhan tahun memulai usaha ini. Dalam menekuni usaha di bidang kuliner, Nyai Minah sapaan akrabnya, tidak pernah mempekerjakan orang. 

"Banyak juga beli setiap malamnya, ya tergantung rejekinya, kadang tidak sampai tengah malam sudah habis," ujarnya kepada media ini, Minggu (10/1/2020).

Dia bercerita, kadang juga ada sebagian pembeli yang memilih balik kanan karena tidak kuat menunggu giliran. Tapi mayoritas dari mereka memilih menunggu meski sudah antre berjam-jam, sebab soal rasa olahan yang satu ini sudah bukan isapan jempol belaka saja.

Nyai Aminah mematok harga per-porsinya hanya dengan empat ribu rupiah. Harga tersebut dinilai bisa menjangkau semua kalangan di Kecamatan Batuputih. Sebab perekonomian di kecamatan ini masih menengah ke bawah.

"Untuk apa mahal tapi tidak ada yang beli, yang penting laris dan yang terpenting rasanya tidak boleh kalah dengan rujak lontong yang lain meskipun harganya murah meriah," ucapnya. (us/an/fd)


(*)

Baca Artikel Kuliner Lainnya:
Guluk-Guluk, Jajanan Tradisional Unik dan Nyentrik Khas Montorna
Mengenal Nasi Goreng Cumi Tante Joy, Lezat dan Bersahabat