Pasang

Mengenal Sakera, Satria Sejati Berdarah Madura

  • Bagikan
Ilustrasi Pak Sakera dengan celuritnya (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Pak Sakera dengan celuritnya (Foto: Istimewa)

PROFIL, SINERGI MADURA – Mendengar nama Sakera tentu tidak asing bagi masyarakat Madura. Ia dikenal sebagai seorang pria tangguh yang memiliki jiwa ksatria dalam membela nasib rakyat kecil dari tangan penjajah Belanda.

Perjuangannya dalam menjaga hak-hak warga pribumi dari tangan diktator Belanda membuat namanya sampai saat ini terus melegenda.

Pasang

Pria yang memiliki nama asli Sadiman ini merupakan seorang mandor di kebun tebu Pabrik Gula Kancil Mas Bangil.

Dilansir dari YouTube OlleOllang, sosok Sakera dikenal sebagai pemimpin yang baik hati dan memperhatikan kesejahteraan pekerja. Dari itulah ia dijuluki sebagai ‘Pak Sakera’.

Suatu ketika saat musim giling selesai, perusahaan itu membutuhkan banyak tambahan lahan untuk menanam tebu.

Namun, pimpinan dari perusahaan itu yang merupakan orang Belanda ingin membeli banyak lahan milik masyarakat dengan harga murah.

Bos perusahaan itu memerintahkan Carik Rembang agar secepatnya bisa menyediakan lahan baru yang luas dengan harga sangat murah.

Baca Juga: Warga Madura Wajib Tahu, Inilah 5 Karomah Syaikhona Holil Bangkalan

Carik Rembang mengiakan perintah orang Belanda itu setelah diiming-imingi harta dan kekayaan.

Ia pun menggunakan cara licik untuk mendapatkan lahan masyarakat. Masyarakat dianiaya agar tanahnya dijual murah kepada pimpinan perusahaan.

Melihat tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh Bos dan Carik Rembang, Sakera melakukan pembelaan terhadap rakyat. Berkali-kali upaya Carik Rembang gagal.

Carik Rembang akhirnya melaporkan persoalan itu kepada pimpinan perusahaan. Sang Bos pun marah besar dan menginginkan Sakera mati.

Ia pun memerintahkan wakilnya bernama Markus agar menghabisi nyawa Sakera. Suatu ketika di perkebunan, Markus tiba-tiba marah dan menghukum para pekerja.

Markus juga menantang Sakera berkelahi. Yang terjadi malah sebaliknya, Markus dan pengikutnya mati di tangan Sakera.

Atas kasus itu, Sakera menjadi buronan polisi pemerintah Hindia Belanda.

Saat Sakera mengunjungi rumah ibunya, ia dikeroyok oleh Carik Rembang dan polisi Belanda. Ibunda Sakera diancam akan dibunuh. Sakera menyerah dan dibawa ke penjara Bangil.

Setiap hari Sakera disiksa oleh polisi Belanda di dalam penjara.

Selama di penjara, Sakera merasa rindu dengan keluarganya di rumah. Sakera memiliki seorang istri cantik bernama Marlena dan keponakan bernama Brodin.

Watak Brodin berbeda dengan Sakera yang memiliki jiwa satria. Brodin seorang pemuda nakal yang suka berjudi.

Saat Sakera di dalam penjara, Brodin diam-diam mendekati istri sang paman dan akhirnya ia dengan Marlena selingkuh di belakang Sakera.

Perselingkuhan Brodin dan Marlena akhirnya didengar oleh Sakera. Lalu Sakera kabur dari penjara dan membunuh keponakanya itu.

Sakera semakin brutal, setelah Brodin, Carik Rembang dan para pimpinan perusahaan terus menerus memeras masyarakat kecil. Akhirnya Sakera melawan sampai para antek Belanda itu tewas.

Kepala polisi Bangil juga ditebas tangannya oleh Sakera menggunakan celurit sewaktu akan menangkap Sakera.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *