Pasang

Mengenal Samper, Pakaian Asli Masyarakat Madura

  • Bagikan
Mengenal Samper, Pakaian Asli Masyarakat Madura
Samper Koneng Melayang (Foto: kratonmadura)

BUDAYA, SINERGI MADURASamper merupakan pakaian adat bawahan yang hanya dimiliki oleh masyarakat Madura. Samper ini berbahan kain dan hampir mirip dengan sarung.

Sarung dan samper tentu berbeda. Bila sarung berbentuk segi empat dan terdapat ruang ketika dibentangkan, lain halnya dengan samper yang bentuknya memanjang dan tidak membentuk ruang.

Pasang

Persamaanya sarung dan samper sama memiliki banyak motif yang bermacam-macam. Akan tetapi, Samper ini memiliki motif yang khas dan terbilang unik.

Motif samper yang paling banyak diminati dan terkenal oleh masyarakat Madura yaitu motif liris yang biasa disebut dengan Samper leres.

Motif samper leres menjadi terkenal dan familiar di semua kalangan masyarakat
dan banyak dipakai karena namanya masuk dalam pantun Madura yang dilagukan “Sampèr lèrès le’, bhatèk lasem. Kaula alèrèk lè’, dhika pas mèsem”.

Samper ini banyak dipakai oleh kamu perempuan di Madura sebagai penutup tubuh pada bagian bawah mulai dari perut sampai mata kaki. Selain itu, Samper juga sering digunakan sebagai penutup badan orang yang sudah meninggal dunia.

Baca Juga: Tiga Alat Musik Tradisional di Madura yang Masih Lestari

Samper juga sering digunakan untuk menutupi aurat mayat saat dimandikan hingga proses pengafanan mayat selesai. Terkadang juga dibuat sebagai ayunan dan gendongan anak kecil.

Cara memakai pakaian adat tradisional Madura terbilang cukup simpel. Bila Anda ingin memakainya, hanya cukup dengan melilitkan dan memperkuat lilitan dengan sabuk.

Kalau tidak ada sabuk, bisa juga diikat dengan menggunakan kerudung tipis karena saat digunakan, bagian atasnya tidak akan kelihatan karena tertutup oleh baju.

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini sudah jarang dijumpai seorang perempuan Madura memakai pakaian adat tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Perempuan Madura modern lebih cenderung menggunakan rok atau celana dalam keseharian mereka. Terkadang sebagian perempuan Madura modern merasa malu ketika mengenakan pakaian tersebut di tempat umum.

Meski tidak semua perempuan Madura mulai ogah memakai sampèr, mereka masih mau memakainya ketika acara karnaval saja.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *