Pasang

Mengenal Sapi Sonok, Ajang Sapi Betina di Pulau Madura

  • Bagikan
Mengenal Sapi Sonok, Ajang Sapi Betina di Pulau Madura
Sapi Sonok (Sumber: Pulaumadura.com)

BUDAYA, SINERGI MADURAMadura dikenal memiliki tradisi dan budaya yang unik. Salah satunya, budaya adu kecantikan sapi atau yang dikenal Sapi Sonok.

Sapi sonok ialah mendandani sapi hingga terlihat cantik dan memukau. Sapi tersebut dihiasi dengan berbagai ornamen warna-warni nan gemerlap di sekitar dada dan kepala.

Pasang

Tidak hanya itu, jika dikonteskan salah satu yang menjadi penilaian istimewa dari sapi sonok tersebut yaitu cara berjalannya yang santun mengikuti irama gamelan.

Di Pulau Madura yang juga terkenal sebagai penghasil garam ini, sapi merupakan hewan piaraan yang istimewa dan menjadi salah satu simbol kebanggaan masyarakat petani.

Harga seekor sapi untuk Sapi Sonok bisa mencapai ratusan juta rupiah per ekor. Apalagi yang pernah menjuarai berbagai macam kontes, sepasang bisa dihargai hingga satu miliar rupiah.

Baca Juga: 4 Kebiasaan Unik Ini Hanya Ada di Madura

Kontes kecantikan

Secara umum, Sapi Madura dikenal untuk karapan (Karapan Sapi). Namun, ada juga Sapi Madura yang dihias untuk kontes kecantikan khusus sapi.

Jika Sapi karapan menggunakan sepasang Sapi jantan, namun untuk Sapi sonok yang diperlombakan ini menggunakan sepasang sapi berjenis kelamin betina.

Sepasang sapi tersebut kemudian dihiasi dan dipasang alat ‘Pangonong’ di atas lehernya supaya bisa berjalan beriringan.

Sapi itu dikendalikan oleh seorang joki, berjalan perlahan-lahan mengikuti irama musik ‘Saronen’ atau gamelan khas yang mengiringi.

Di arena lomba Sapi sonok sengaja ada ‘catealk’ yang disiapkan lengkap dengan sebuah gapura ukir untuk tempat pemberhentian sapi yang sedang dikonteskan.

Baca Juga: Ramuan Khas Madura Ini Bikin Pria Ganas di Ranjang

Sapi-sapi yang telah didandani itu kemudian, akan menginjakkan kaki depannya di sebuah penopang kayu yang telah dipersiapkan di area finis atau pemberhentian sapi.

Adapun musik yang mengiringi Sapi sonok tersebut adalah musik tradisional (Saronen), yaitu terdiri dari kenong, gong, terompet, dan kendang.

Sejarah Sapi Sonok

Sapi sonok dikenal masyarakat Madura, sejak sekitar 50 tahun yang lalu. Awalnya para pemilik sapi di Madura hanya memandikan sapi-sapi mereka setiap sore. Setelah sapi terlihat bersih, sehat dan montok, mereka secara iseng mengadakan lomba. Seiring waktu, tradisi ini berkembang dan akhirnya dilombakan sampai sekarang.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *