Pasang

Mengenal Sejarah Dodol dan Kocor, Simbol Jajanan Khas Pernikahan Orang Madura

  • Bagikan
Kolase Dodol dan Kocor (Foto: Istimewa)
Kolase Dodol dan Kocor (Foto: Istimewa)

KULINER, SINERGI MADURADhudhul dan Kocor (dodol-kucur) menjadi simbol dua ratu jajanan yang tak bisa dipisahkan dalam tradisi pernikahan masyarakat Madura, Jawa Timur.

Dua jajanan tradisional tersebut tentu memiliki nilai sejarah yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mempertahankan hidup.

Pasang

Dikutip dari berbagai sumber, genealogi sejarah ‘dhudhul’ dapat ditelusuri dari masyarakat Betawi yang mana mereka memiliki makanan khas tersendiri dalam menyambut lebaran.

Dengan bahan olahan tepung dan beras, makanan ini kemudian diberi nama dodol yang melambang identitas warga Betawi, yang mana mayoritas masyarakatnya sebagai warga agraris.

Baca Juga: Nasi Jagung Kuah Daun Kelor, Menu Makan Sederhana Orang Madura

Sektor pertanian selaku mata pencaharian utama menempati garda terdepan bagi orang Betawi kala itu. Di samping itu, beras bagi mereka dimaksudkan sebagai ungkapan syukur atas karunia Tuhan yang dipanen setiap musimnya.

Oleh karena itu, seiring dengan mobilitas masyarakat Indonesia, pengenalan terhadap budaya masing-masing daerah dalam bidang makanan merambah ke masyarakat Madura.

Nampaknya, kesamaan tujuan pembuatan dodol yang mana melambangkan status sosial orang Betawi pada masa itu turut menjadi jawaban sekaligus menjadi ilham, sehingga dhudhul senantiasa lestari di Madura.

Begitu juga dengan kocor, jajanan kocor juga memiliki pertautan silsilah yang tidak jauh berbeda dan bertautan dari sejarah Betawi.

Dilihat dari penyebutan, kocor adalah berasal dari bahasa Betawi, yaitu ‘ngocor’. Sebab pembuatan kocor dilakukan dengan cara mengucurkan atau meneteskan adonan kue kocor yang berbahan tepung dalam takaran tertentu ke dalam minyak panas.

Seiring perkembangannya, kocor dikenal pula dengan istilah kue atau jajan kucur. Selain Betawi dan orang Madura, jajanan Kocor ini juga diklaim orang Manado sebagai kue khas daerahnya.

Mengenai asal muasal kocor memang belum ada referensi pasti yang menyebutkan, karena dipenuhi dengan beragam identitas kelahiran.

Namun demikian, kocor dapat dipastikan merupakan masakan khas orang Asia Tenggara. Sebab ia dapat ditemui pada upacara adat di Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *