Pasang

Mengenal Tajhin Sora, Kuliner Khas Bulan Muharram di Pulau Madura

  • Bagikan
Tajhin Sora, salah satu bubur yang biasa dihidangkan oleh warga Madura saat bulan Muharram atau Sura (Foto: IG@aminah.siti12)
Tajhin Sora, salah satu bubur yang biasa dihidangkan oleh warga Madura saat bulan Muharram atau Sura (Foto: [email protected])

KULINER, SINERGI MADURATajhin sorah atau bubur suro adalah kuliner khas yang menjadi tradisi masyarakat Madura setiap memasuki tahun baru Islam 1 Muharam.

Saat memasuki bulan tersebut setiap keluarga di Madura banyak membuat bubur atau biasa disebut tajhin sora yang terdiri dari beras dicampur kuah santan dan lauk yang bervariasi.

Pasang

Tradisi itu dilakukan sejak lama di Pulau Garam hingga sekarang, di mana masyarakat saling membagikan tajhin kepada tetangga dan sanak famili terdekat.

Baca Juga: 4 Langkah Membuat Soto Bening yang Lezat Khas Madura

Dikutip dari berbagai sumber, selain rasanya yang khas dan enak, banyak pelajaran yang bisa diambil dari tradisi itu, yakni berbagi dengan sesama, yang oleh orang Madura disebut ater-ater atau arebba.

Bagi warga Madura, ‘rebba’ merupakan sebuah istilah pemberian makanan kepada para tetangga atau sanak famili yang diberikan pada hari-hari tertentu dengan maksud untuk berbagi rezeki.

Sementara itu, berbagi makanan kepada orang yang kurang mampu memang dianjurkan dalam ajaran agama Islam yang yang mayoritas dianut masyarakat Madura.

Unsur yang terdapat dalam tradisi berbagi dapat mengajarkan keharmonisan, membangun kerukunan dan ketenteraman di antara para tetangga dan masyarakat.

Selain itu, ater ater (arebba) atau mengantarkan tajhin ke tetangga juga dapat menjaga silaturrahim, sehingga menguatkan persaudaraan di lingkungan terdekat.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *