Pasang

Mengenal Tari ‘Rampak Jidor’, Hasil Kreasi Kesenian Bangkalan Madura

  • Bagikan
Mengenal Tari 'Rampak Jidor', Hasil Kreasi Kesenian Bangkalan Madura
Sanggar Tari Tarara Bangkalan menari Rampak Jidor (Foto: infopijar)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Wilayah Madura, Jawa Timur dikenal kaya akan tradisi, budaya dan keseniannya yang berisi nilai-nilai adiluhur.

Keanekaragaman dan berbagai bentuk seni budaya tradisional yang ada di Pulau Garam menunjukkan betapa tinggi kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Pasang

Kekayaan budaya yang terdapat di Madura dibangun dari berbagai unsur budaya, di antaranya pengaruh animisme, Hinduisme dan Islam. Perkawinan dari ketiga unsur tersebut sangat dominan mewarnai kebudayaan di daerah penggagas celurit.

Salah satu kesenian tari di Madura yang sangat populer adalah tari ‘Rampak Jidor‘. Tari ini diciptakan oleh komunitas sanggar Tari Tarara di Kabupaten Bangkalan.

Baca Juga: Makna Filosofis Baju Sakera, Pakaian Khas Pria Madura

Tari ‘Rampak Jidor‘ merupakan kolaborasi antara alat kesenian tradisional, yaitu gamelan, gambang, jidor dengan alat musik modern seperti gitar akustik.

Tari yang seluruh penarinya terdiri dari para dara (perawan) ini merupakan tari yang menggambarkan karakter orang madura yang sangat religius.

Seluruh gerak dan alunan irama nyanyian yang mengiringi tari ini mengungkapkan sikap dan ekspresi sebuah puji-pujian, do’a dan dzikir kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dikutip dari sejumlah sumber, sanggar Tari Tarara didirikan sejak tahun 1990-an dan baru digalakkan mulai Desember 2002. Sanggar ini di bawah pimpinan Sudarsono atau akrab dipanggil ‘Mas Soe’ berbasis di Bangkalan.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *