Pasang

Menjelang Musim Kemarau, 3 Upaya Mitigasi Ini Jadi Pilihan Pemkab Pamekasan Antisipasi Dampak Kekeringan

  • Bagikan
LUGAS: Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan, Amin Jabir saat diwawancara sejumlah wartawan (Ainur Rizky -Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Untuk meminimalisir dampak kekeringan menjelang musim kemarau mendatang, Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah menyiapkan tiga upaya mitigasi sebagai langkah antisipasi menghadapi bencana kekeringan.

Tiga mitigasi mendasar tersebut diungkapkan oleh Ketua Pelaksana (Kalaksal) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Amin Jabir, Sabtu (24/7/2021).

Pasang

Strategi pertama untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang kerap kali terjadi, terang dia, adalah dengan cara memanfaatkan air permukaan menggunakan water treatment plan. “Caranya seperti membuat waduk atau air sungai,” imbuhnya.

Kemudian yang kedua, menurutnya strategi ini merupakan mitigasi dengan pola yang lebih kuat, yakni dengan cara mengupayakan eksplorasi air dalam yang ada di Bumi Gerbang Salam, Pamekasan.

“Itu harus dilaksanakan pihak Dinas PUPR atau PDAM, dengan cara pengeboran pada lokasi tanah strategis,” ujarnya.

Upaya mitigasi selanjutnya, melalui dinas terkait, Pemerintah Kabupaten Pamekasan dapat memanfaatkan lebih banyak sumber mata air yang ada di sekitar lokasi kekeringan. “Itu bisa dialirkan dengan program pipanisasi ke daerah rawan kekeringan yang ada,” katanya.

Jika ini bisa dilakukan oleh setiap instansi teknis, sambung Amin, maka hal ini menurutnya akan dapat mengurangi dampak kekeringan tahun ini.

Semua persiapan terkait 3 upaya mitigasi tersebut sudah disepakati oleh setiap elemen yang terlibat dalam Forum Satgas Kebencanaan Kabupaten Pamekasan, disaksikan langsung Sekdakab Totok Hartono.

“Jadi, seluruh persiapan terkait tiga pola strategis itu telah disampaikan ketika itu, konsep mitigasinya secara teknis ada pada instansi terkait,” ungkapnya.

Ia berharap upaya ini dapat terlaksana dengan baik dan matang sehingga bencana kekeringan yang kerap kali terjadi setiap tahun di Pamekasan dapat teratasi.

“Dipastikan gerakan besar itu bisa dilakukan pada anggaran tahun ini, sebab sudah matang dan disanggupi oleh Sekdakab, Bappeda dan Badan Keuangan Daerah,” pungkas Amin Jabir. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *