Pasang

Mitos Kucing Busok Madura, Datangkan Nasib Baik dan Rezeki Berlimpah

  • Bagikan
Mitos Kucing Busok Madura, Datangkan Nasib Baik dan Rezeki Berlimpah
Kucing Busok dari Pulau Raas, Sumenep, Madura (Foto: [email protected]_thebusokcat)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Pernah dengar namanya kucing busok? satwa endemik yang mirip dengan hewan leopard atau kucing hutan ini hanya hidup di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura.

Kucing yang sering disebut sebagai hewan spesies langka di Madura ini, diklaim menjadi satu-satunya kucing dengan ras murni tanpa campuran dari ras manapun.

Pasang

Banyak yang meyakini bahwa kucing ini terbentuk secara alami. Hingga kini, asal muasal terciptanya ras endemik kucing busok sendiri masih jadi perdebatan para ahli.

Menurut peneliti hewan endemik dari Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), dr Ronny Rachman Noor dan peneliti dari Australia Lasley Morgan menyebutkan, kucing ini kemungkinan besar merupakan hasil perkawinan silang antara ras Korat yang berasal dari Thailand dengan ras Asia secara umum.

Hal ini lantaran kucing busok memiliki warna agak kebiruan yang mirip dengan kucing ras Korat dan struktur ekor yang bengkok layaknya kucing ras Asia. Serta memiliki ciri fisik yang cenderung lebih besar dibanding kucing pada umumnya.

Baca Juga: Mengenal Kucing Busok Madura, Jenis Leopard Langka dari Pulau Madura

Hewan berkaki empat dan memiliki bulu pendek dengan mata bulat tajam ini memiliki kekuatan mistis, konon, ia dapat mendatangkan nasib baik dan rezeki berlimpah bagi penduduk, khususnya di Pulau Raas.

Bahkan, kucing ini tidak bisa dipelihara oleh sembarang orang. Lewat indra keenam yang dimilikinya, kucing busok hanya mau dipelihara oleh orang-orang berkedudukan tinggi seperti kyai, pejabat, bangsawan, dan tokoh masyarakat.

Sehingga tak heran, bila Kucing Busok yang mirip dengan kucing hutan ini banyak ditemukan di sekitar pondok pesantren terbesar yang ada di Pulau Raas, Kabupaten ujung timur Pulau Madura.

Tidak hanya itu, kucing busok diyakini masyarakat bisa mendatangkan kesialan. Terutama bagi orang-orang yang nekat membawanya keluar dari Pulau Raas.

Konon, dulu ada orang yang membawa kucing ini keluar pulau dengan menggunakan kapal, dalam perjalanan di tengah laut, kapal tersebut tenggelam. Namun jika ia belum menikah, bisa susah mendapatkan jodohnya.

Tak heran, bila ucing busok yang hanya ada di Raas ini sangat dilindungi oleh penduduk setempat. Kucing ini bahkan hanya boleh dibawa keluar pulau jika sudah dikebiri. Hal tersebut dilakukan agar kemurniannya terjaga.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *