MK Terima 128 Gugatan Hasil Pilkada 2020, Ini Kata KPU Sumenep

MK Terima 128 Gugatan Hasil Pilkada 2020, Ini Kata KPU Sumenep
KOKOH: Seorang warga terlihat di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.(Istimewa)

NASIONAL, SINERGI MADURA - Mahkamah Konstitusi (MK) menerima gugatan hasil Pilkada 2020 sebanyak 128. Jumlah tersebut termasuk gugatan yang dilayangkan dari Pilbup, Pilgub dan Pilwali yang dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember lalu.

Dari data rekap permohonan perselisihan hasil pemilihan yang dikeluarkan MK, Pilbup mendominasi gugatan sebanyak 112 yang dilayangkan ke lembaga yang beralamat di jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat tersebut.

Sisanya dilayangkan dari 13 Pilwali dan 3 gugatan dari Pilgub. Jumlah tersebut dikeluarkan MK per-22 Desember pukul 24.00 WIB. Dari jumlah tersebut kemungkinan masih akan bertambah.

Baca Juga: Makin Menguat! Madura Hendak Jadi Provinsi, Pisah dari Jawa Timur

Komisioner KPU Sumenep Divisi SDM dan Parmas, Rafiqi mengatakan, bahwa permohonan perselisihan hasil pemilihan Pilbup, Pilgub dan Pilwali bisa dilayangkan ke MK jika salah satu Paslon tidak puas atau tidak menerima hasil penghitungan KPU tingkat Kabupaten atau Provinsi.

"Bisa dilayangkan ke MK dengan mengikuti prosedur yang berlaku, saat ini kan sudah bisa manual dan online. Tapi untuk Sumenep tidak ada yang melapor sampai saat ini," ucapnya, Rabu (23/12/2020).

"Itu artinya pasangan Cabup Cawabup nomor urut 01 tinggal menunggu waktu untuk ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Bupati Sumenep 2020," tandas Rafiqi. (us/bd)


Berikut daftar pengajuan PHP yang diterima oleh MK