Mengejutkan, Ini 10 Nenek Moyang Jurnalis Najwa Shihab

Mengejutkan, Ini 10 Nenek Moyang Jurnalis Najwa Shihab
M. Quraish Shihab bersama putrinya Najwa Shihab (Sumber foto: https://instagram.com/najwashihab?igshid=1cesmxmv867o)

HISTORIA, SINERGI MADURA -Jurnalis Najwa Shihab punya keunikan yang tak banyak dimiliki oleh orang Indonesia lain. Wanita kelahiran Makassar, 16 September 1977 ini ternyata punya 10 fragmen DNA dari 10 nenek moyang atau darah bangsa yang berbeda.

Hal itu diketahui dari hasil penelitian mengenai leluhur atau asal-usul orang Indonesia asli yang diinisiasi oleh tim majalah sejarah daring Historia, bekerjasama dengan Direktorat Sejarah, Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta Museum Nasional.

Kegiatan tersebut dikemas dalam format acara pameran asal-usul orang Indonesia (ASOI), digelar di Museum Nasional, Jakarta Pusat, tepatnya pada tanggal 15 Oktober hingga 10 November 2019 silam.

Secara keseluruhan, hasil tes DNA terhadap sejumlah relawan yang dipamerkan dalam acara ini terdapat 15 sampel. Para relawan itu terdiri dari berbagai profesi dan latar belakang yang beragam.

Delapan orang di antaranya adalah hasil tes DNA terhadap artis, sutradara, politikus, dan tokoh publik yang namanya tidak asing di telinga warga Indonesia. Mereka antara lain Nazril Irham (Ariel Noah), Najwa Shihab (Nana Mata Najwa), Mira Lesmana, Ayu Utami, Hasto Krisdiyanto, Budiman Sudjatmiko, dan Grace Natalie Louisa.

Kemudian mantan Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie Louisa, Sutradara Riri Riza, Ketum PDI Perjuangan Hasto Krisdiyanto, Budiman Sujatmiko, dan 7 peserta umum lainnya yang terpilih sebagai relawan.

Hasil yang mengejutkan, meski diketahui Najwa Shihab merupakan orang Indonesia keturunan Arab, tapi ternyata gen Arab yang dimiliki wanita pemilik program Mata Najwa ini hanya sebesar 3,4 persen.

Dilansir dalam Historia.id, Najwa Shihab ternyata memiliki fragmen DNA dari moyang yang berasal dari Afrika Utara, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Selatan, Afrika, Eropa Utara, diaspora Asia, diaspora Afrika, dan diaspora Eropa.

"Najwa Shihab mungkin kita tahu dia anak dari Pak Quraish Shihab yang merupakan keturunan Arab, tapi ternyata setelah diteliti, ia punya 10 DNA dari berbagai leluhur," kata Prof Herawati Sudoyo, ahli genetika dari Lembaga Eijkman yang terlibat dalam penelitian ini, di Pameran ASOI, Selasa (15/10/2019).

Hasil penelitian tersebut, sambung Herawati, menjadikan wanita yang akrab disapa Nana ini sebagai relawan dengan fragmen DNA terbanyak.

"Najwa pun menjadi relawan dengan fragmen DNA terbanyak dalam penelitian ini," ungkap dia.

Secara terperinci, komposisi DNA yang ada dalam tubuh putri M Quraish Shihab ini terdiri dari 48,54 persen South Asian, North African 26,81 persen, African 6,06 persen, East Asian 4,19 persen, African Dispersed 4,15 persen, Middle Eastern 3,48 persen, Southern European 2,20 persen, Northern European 1,91 persen, dan Asian Dispersed 1,43 persen.

Tak pelak, hasil itu pun mencengangkan banyak pihak. Penelitian ini hendak menjawab asal usul bangsa Indonesia yang memiliki 700 lebih bahasa dan 500 populasi etnik dengan budaya nan beragam.

Pemimpin Redaksi Historia.id Bonni Triyana, mengatakan, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kosmopolitan.

Menurutnya, adanya pengetahuan leluhur melalui hasil tes DNA merupakan pengetahuan penting dan memberi pencerahan kepada masyarakat agar lebih dewasa, bahwa masalah pribumi dan non-pribumi sudah tidak relevan lagi di negara yang sangat kaya akan ragam kultur dan budayanya ini.

"Dengan pengetahuan mendalam mengenai DNA, kita lebih bertoleransi, mampu memahami perbedaan satu sama lain, serta mampu menjaga keutuhan bangsa dan budaya," ucap Bonnie saat membuka acara. 

Masih dikutip dari Historia.id, penelitian genetik ini memakai metode DNA mitokondria yang diturunkan melalui jalur maternal atau ibu, lalu kromosom Y yang hanya diturunkan dari sisi paternal atau ayah, serta DNA autosom yang diturunkan dari kedua orangtua.

Penanda genetik itu pun menunjukkan bukti adanya pembauran beberapa leluhur genetik yang datang dari periode maupun jalur yang beragam.

Sekadar informasi, selain menampilkam hasil tes DNA terhadap 15 orang Indonesia asli di atas, pameran ASOI ini juga mempertontonkan pelbagai temuan benda prasejarah dari peradaban manusia selama berpuluh-puluh ribu tahun silam serta benda bersejarah lainnya.


Penulis: Subaidi
Editor: Mazdon