Pasang

Orang Madura Harus Tahu, Begini Cara dan Etika Menarik Keris dari Warangka

  • Bagikan
Orang Madura Harus Tahu, Begini Cara dan Etika Menarik Keris dari Warangka
Seorang laki-laki sedang menarik keris dari sarungnya (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

BUDAYA, SINERGI MADURAKeris, hal apa yang ada dalam bayangan Anda bila mendengar ‘gagaman’ kuna yang keberadaannya disebut-sebut sangat dekat dengan kehidupan Pararaton?

Keris merupakan pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan mistis dan mengandung nilai-nilai luhur dari Empu yang dipengaruhi faktor dan alasan kenapa benda itu diciptakan.

Pasang

Pada masa kerajaan dulu, tidak semua orang bisa memiliki apalagi menggunakan pusaka keris bertuah itu. Hanya orang-orang tertentu yang dapat memilikinya. Karena keris bukan sekadar benda biasa.

Meski hanya sekadar dijadikan sebagai aksesoris busana, tradisi menggunakan keris pada zaman kerajaan khususnya di Sumenep, Madura, keris hanya dapat dipakai oleh kalangan-kalangan tertentu.

Keris banyak digunakan oleh kalangan bangsawan terutama orang-orang penting keraton seperti raja dan adipati. Terlepas dari munculnya ragam kepercayaan tentang keris, itu merupakan hal lumrah.

Tahukah Anda? Keistimewaan lain dari keris dibanding dengan benda tajam lainnya yaitu cara mengeluarkan keris dari warangkanya. Mengeluarkan keris dari warangka ternyata ada tatacara dan etikanya.

Baca Juga: Mengenal Nama Jenis Besi, Bahan Dasar Keris Madura

Meski terlihat mudah dan siapapun bisa melakukan, mengeluarkan keris dari warangkanya ternyata tidak mudah seperti yang Anda pikirkan. Bila Anda ingin melakukannya, kami sarankan lebih baik bertanya dulu pada ahlinya.

Bila cara Anda salah mengeluarkan keris dari warangkanya, maka hanya akan menimbulkan persoalan serius dan apalagi Anda lakukan di depan orang lain, justru akan terjadi kesalahpahaman.

Dilansir dari berbagai sumber, cara yang benar dan sesuai dengan etika kuno mengeluarkan keris dari warangkanya adalah bila Anda hanya ingin melihat isinya, maka yang harus Anda tarik terlebih dulu ialah warangka atau sarungnya.

Namun sebaliknya, jika yang ditarik duluan itu kerisnya apalagi dilakukan di depan orang lain, maka akan memiliki makna berbeda. Hal demikian menandakan bahwa Anda siap bertarung menggunakan senjata atau semacam menantang tarung orang lain.

Lantas bagaimana dengan fakta sejarah tentang keberadaan keris ketika zaman kerajaan dulu yang dijadikan sebagai senjata perang? Apakah keris tidak boleh dijadikan senjata untuk menghabisi lawan?

Dirangkum Sinergi Madura dari berbagai sumber disebutkan bahwa senjata pusaka memang kadangkala juga dijadikan sebagai senjata bela diri.

Tempo dulu, keris hanya dipakai apabila sang pemiliknya dalam keadaaan terdesak dan tidak ada pilihan lain selain harus menghabisi nyawa lawan. Meski begitu, menghunus keris untuk melukai apalagi sampai menghabisi nyawa orang lain tetap masuk kategori tindak pidana.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *